alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sebulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kekerasan Jurnalis

Faisal Mustafa
Sebulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kekerasan Jurnalis
Polda Sulsel dinilai lamban dalam menetapkan tersangka dugaan pengeroyokan/penganiayaan terhadap tiga jurnalis. Foto/Ilustrasi/SINDO.

MAKASSAR - Kasus pengeroyokan tiga jurnalis yang dilakukan oknum polisi di Kota Makassar terkesan jalan di tempat. Sebulan berlalu pasca-kejadian pada 24 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel tidak kunjung menetapkan tersangka. Padahal, bukti konkret terjadinya aksi kekerasan terhadap jurnalis sudah diserahkan ke penyidik kepolisian.

Tim kuasa hukum jurnalis dari LBH Pers Makassar pun mulai menyoroti kinerja kepolisian. Salah seorang kuasa hukum dari LBH Pers Makassar, Firmansyah, mengungkapkan sejatinya kasus tersebut sudah dinaikkan statusnya ke penyidikan, diiringi penetapan tersangka. Ironisnya, kasus ini malah tidak jelas kelanjutannya.

"Sudah banyak bukti yang kami serahkan ke penyidik, seperti foto dan video (kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis). Lalu, ada juga baju korban (ada noda darah). Ya harusnya dari situ, sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, yang berarti sudah ada tersangka," ucapnya, Senin (18/10/2019).



"Masa sudah sebulan belum ada perkembangannya? atas dasar bukti-bukti itu tentunya kami patut mempertanyakan apakah memang pihak kepolisian serius untuk mengungkap kasus ini atau tidak?" Firmansyah menegaskan.

Dia menerangkan pihaknya pun telah melayangkan permintaan informasi perkembangan terkait kasus kekerasan jurnalis ke Polda Sulsel. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan dari kepolisian. "Belum ada kejelasan apakah laporannya akan ditindak lanjuti atau tidak," tukasnya.

Firmansyah menagih komitmen kepolisian untuk bersikap transparan dan serius dalam mengungkap kasus kekerasan jurnalis, meski itu melibatkan oknum aparat. Ia menyayangkan bila kepolisian terkesan menutupi perkembangan kasus tersebut, bahkan kepada korban.

"Olehnya itu kami menagih komitmen dan keseriusan Kapolda Sulsel untuk penuntasan kasus ini, mengingat ini kasus menjadi perhatian publik," tandasnya.

Tiga jurnalis Makassar yang menjadi korban pengeroyokan oknum polisi yakni M Darwin Fatir dari LKBN Kantor Berita Antara, Isak Pasabuan dari makassar today.com dan M Saiful dari inikata.com. Mereka dianiaya saat aparat melakukan pembubaran demonstran yang menolak revisi UU KPK dan revisi UU KUHP di depan Gedung DPRD Sulsel pada 24 September lalu.

M Darwin Fatir sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka bocor di bagian kepala kiri belakang. Ia juga mengalami luka berupa tangan lebam hingga sakit di sekujur badannya akibat pukulan dan tendangan dari oknum polisi di depan Kantor DPRD Sulsel.

Sementara M Saiful mengalami luka serius pada bagian pipi atas berdekatan dengan mata kirinya. Ia diduga terkena pentungan oknum aparat keamanan. Saat kejadian, ia berada di sekitaran bawah jembatan layang atau Fly Over jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Sedangkan Isak Pasabuan mengalami pemukulan dan mendapat perlakuan kasar hingga dihalang-halangi saat mengambil gambar. Kejadiannya di sekitar pos security showroom Motor Hyundai jalan Urip Sumoharjo.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook