alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ternyata Mantan Perwira Saddam Hussein Jadi Pemimpin Baru ISIS

Agus Nyomba
Ternyata Mantan Perwira Saddam Hussein Jadi Pemimpin Baru ISIS
Abdullah Qardash alias Hajji Abdullah al-Afari, mantan perwira militer Irak yang dilaporkan menjadi pemimpin baru ISIS menggantikan Abu Bakr al-Baghdadi. Foto/Mirror

DAMASKUS - Mantan perwira di era Saddam Hussein, yakni Abdullah Qardash menjadi pemimpin baru ISIS setelah kematian Abu Bakar al-Baghdadi pada operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat pada Sabtu lalu.

Newsweek melaporkan, mengutip seorang pejabat intelijen regional mengatakan, Abdullah Qardash, memiliki julukan "the Destoyer" dan "The Professor," dilaporkan telah mengawasi operasi sehari-hari ISIS dan secara resmi menjadi pemimpinnya setelah kematian Baghdadi pada hari Sabtu.

Qardash sebelumnya adalah seorang perwira militer Irak pada masa pemerintahan mendiang Presiden Saddam Hussein.



“Baghdadi adalah boneka. Dia tidak terlibat dalam operasi atau sehari-hari,” kata pejabat itu kepada Newsweek.

"Yang dilakukan Baghdadi hanyalah mengatakan ya atau tidak - tidak merencanakan," lanjutnya.

Sementara itu dilansir dari Times of London, Qardash telah setia kepada Baghdadi, karena pasangan itu ditahan di pusat penahanan Camp Bucca di Basra, Irak, setelah dipenjara oleh pasukan AS karena hubungan mereka dengan al-Qaeda pada tahun 2003, dan Baghdadi bahkan lebih menyerahkan lebih banyak kekuatan kepada Qardash sebelum dia meninggal.

Fadhel Abo Ragheef, seorang mantan analis keamanan dengan pemerintah Irak, mengatakan pada bulan Agustus bahwa Baghdadi berusaha untuk mempersiapkan Qardash untuk memimpin ISIS di masa depan.

Para peneliti di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam Singapura juga menyatakan bahwa Qardash akan mengambil alih kepemimpinan ISIS.

"Digambarkan oleh beberapa analis keamanan sebagai orang yang kejam dan otoriter namun populer dan dihormati di antara anggota [Daesh]/ISIS lainnya, Qardash bertanggung jawab untuk memusnahkan mereka yang menentang gaya kepemimpinan al-Baghdadi," kata para peneliti.

Beberapa orang takut bahwa kematian Baghdadi akan menjadi pemicu serangan teroris baru di seluruh dunia. Dalam sepucuk surat kepada polisi di negaranya, Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner memperingatkan tentang kemungkinan seruan "untuk tindakan balas dendam."

"Sel-sel yang tidur akan membalas dendam atas kematian Baghdadi," Mazloum Abdi, seorang komandan tertinggi Pasukan Demokrat Suriah, mengatakan kepada AFP.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa Baghdadi dikejar sampai ke ujung terowongan bawah tanah oleh anjing-anjing militer selama serangan AS, dan bahwa ia kemudian meledakkan rompi bunuh diri, meledakkan dirinya dan tiga anak-anaknya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook