alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pilkada Bulukumba, Ketua Parpol Tidak Otomatis Diusung

Muhaimin
Pilkada Bulukumba, Ketua Parpol Tidak Otomatis Diusung
Sejumlah ketua parpol yang bertarung di Pilkada Bulukumba tidak otomatis dapat mengendarai partainya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.

MAKASSAR - Sejumlah ketua partai politik (parpol) siap bertarung pada Pilkada Bulukumba 2020. Meski berstatus pimpinan parpol, mereka tidak otomatis diusung. Tak heran, para ketua parpol di Bulukumba tetap berburu dukungan dari parpol lain guna menguatkan posisi mereka menjelag pesta demokrasi.

Ketua parpol di Bulukumba yang dipastikan siap bertarung pada pilkada tahun depan, antara lain Tomy Satria (NasDem) dan Andi Hamzah Pangki (Golkar). Keduanya mengakui tidak secara otomatis akan diusung parpolnya meski berstatus pimpinan di daerah. Mereka dituntut tetap bekerja keras.

Tomy mengakui tak memiliki kuasa untuk menggaransi dirinya mendapatkan rekomendasi NasDem. Meski secara prestasi, Wakil Bupati Bulukumba ini cukup gemilang. Ia berhasil membawa partainya menjadi peraih suara terbanyak di Pileg 2019 dengan 30.409 suara. Sekalipun Nasdem gagal merebut kursi ketua karena dikunci oleh PPP.



“Tidak bisa saya garansi diriku sekarang. Selama belum saya pegang rekomendasinya Pak SP (Surya Paloh). Saya tidak bisa asal klaim bahwa saya mengendarai Nasdem,” ungkap Tomy saat ditemui di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Selasa (29/10/2019).

Tomy mengaku bukan tipikal kandidat yang suka mengklaim dukungan. Sekali pun dia merupakan pemimpin partai di Bulukumba. “Saya bukan tipikal yang mengklaim-klaim. Makanya saya ikuti tahapannya (penjaringan di Nasdem), hanya untuk mendapatkan itu (rekomendasi),” ujar Tomy.

Dari 12 kabupaten/kota di Sulsel yang menggelar pilkada, Bulukumba menjadi salah satu daerah, dimana NasDem membuka penjaringan. Padahal, ada lima daerah lainnya yakni Maros, Barru, Tana Toraja, Toraja Utara dan Luwu Timur yang ditutup karena ingin mengusung kader sendiri.

“Kita tidak mau menimbulkan kesan bahwa Nasdem Bulukumba dibatasi pendaftarannya, makanya mendaftar di partai lain. Kita tidak ingin menimbulkan citra ekslusif di masyarakat,” ucapnya.

“Sekarang, semua partai yang mengundang saya, saya pasti mendaftar. Bukan karena saya ingin menguasai semua partai, tapi bentuk penghormatan saya kepada sahabat-sahabat saya di Bulukumba. Bahwa proses di DPD dan DPP kita akan lihat,” sambungnya.

Meski demikian, Tomy mengaku siap bersaing dengan 17 kandidat yang mendaftar di NasDem. Dia yakin sebagai ketua partai, Nasdem pasti akan memprioritaskan dirinya untuk diusung.

“Semua kader dan non kader punya optimisime. Kalau bahasaku dalam sepakbola, saya ini diuntungkan karena saya tuan rumah. Tuan rumah itu ada pemain 13, dan juga biasanya dibantu sedikit sama wasit, begitu prinsip saya,” terang Tomy.

Sama dengan Hamzah Pangki. Hamzah yang menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Bulukumba juga tak bisa menggaransi bahwa Golkar bisa direbutnya sebagai kendaraan politik pada Pilkada Bulukumba 2020.

“Kami tidak ada garansi begitu. Kami serahkan ke tim penjaringan provinsi. Ini kan berjenjang penjaringannya mulai kabupaten, provinsi dan pusat. Di kabupaten sudah selesai, tinggal sekarang ini berproses di provinsi,” ujarnya.

Meski begitu, eks Ketua DPRD Bulukumba dua periode ini optimis rekomendasi Golkar tak akan jauh-jauh dari tangan kader. Apalagi beringin kata dia, memberikan prioritas penuh terhadap kader di Pilkada 2020.

Sebanyak 16 nama yang dijaring Golkar Bulukumba untuk Pilkada 2020. Tiga lainnya merupakan kader yakni Hamzah Pangki, Risman Pasigai dan Jamaluddin M Syamsir.

“Saya kira sah-sah saja. Kan ada tahapan dan proses, baik administrasi, psikotes, narkoba, dan isi tasnya. Tapi tentu partai akan memprioritas sama kader,” tutupnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook