TOPIK TERPOPULER

6 Legislator Golkar Ikut Uji Kelayakan untuk Jabat Ketua DPRD Lutim

Muhaimin Sunusi
6 Legislator Golkar Ikut Uji Kelayakan untuk Jabat Ketua DPRD Lutim
Ketua DPD I Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe saat memimpin uji kelayakan legislator Luwu Timur dari Golkar untuk jabat ketua DPRD Lutim. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel, tengah menyeleksi calon ketua DPRD Luwu Timur (Lutim). Proses fit and proper test atau uji kelayakan sudah dilakukan di Sekertariat Golkar Sulsel, Makassar, Rabu (17/2/2021).

Sebanyak 6 kandidat yang diuji dan semuanya anggota DPRD Lutim. Diantaranya ialah Najamuddin, Badawi Alwi, Arifin, Wahidin Wahid, Heryanti Harun dan Mahading.



Wahidin usai mengikuti uji kelayakan menjelaskan, dirinya dicecar berbagai pertanyaan seputar kekaderannya sebagai anggota Golkar. Dia juga diuji pemahamannya terkait pemerintahan.

Baca Juga: Ketua DPRD Luwu Timur yang Meninggal Dunia Dikenal Ramah

"Tadi itu kita ditanyakan, pertama terkait kekaderan kita di partai Golkar. Kemudian yang kedua bagaimana dalam menjalankan tugas dan fungsi DPRD, serta membangun sinergitas dengan pemerintah daerah," kata Wahidin.

Dia menjadi peserta pertama yang mengikuti uji kelayakan ini. Agenda fit and proper test tersebut dipimpin oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe.

"Sekitar 50 menit saya ditanya-tanya. Ada delapan panelis dan dipimpin oleh pak ketua (Taufan Pawe)," sebut Wahidin.



Saat ini, posisi Ketua DPRD Lutim yang dipegang Partai Golkar tengah kosong. Sebab Amran Syam yang menjabat sebelumnya telah meninggal pada akhir 2020 lalu.

Wakil Sekretaris Komunikasi Publik DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief menuturkan, tahapan fit and proper test untuk calon ketua DPRD ini memang tak ada dalam pedoman organisasi. Namun dilakukan demi menunjukkan transparansi di tubuh beringin.

Baca Juga: Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam Meninggal Dunia

"Pak Taufan Pawe ingin menghadirkan paradikma baru di Partai Golkar. Keterbukaan bahwa Golkar ini partai cerdas. Bukan kita memilih like dan dislike. Jadi memang kita lihat cara menjawabnya bagaimana dalam uji kelayakan ini," sebut Zulham.

Menurut Zulham, karena lembaga legislatif maka harus selektif dalam menentukan pemimpinnya. Makanya dibutuhkan keterbukaan dan orang yang tepat.

"Prosesnya setelah pleno DPD II, lalu mengusulkan ke DPD I. Nanti DPD I yang akan pilih siapa yang diusulkan ke DPP. Pak Taufan Pawe sendiri yang akan bawa usulannya ke DPP," ujar Zulham.

Lanjut dia, DPD I tak bisa memprediksi kapan hasilnya keluar. "Kita belum bisa tentukan kapan, tapi intinya secepatnya," kunci Zulham.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!