alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPRD Akan Panggil PSDA Bulukumba Bahas Pendangkalan Muara Kampung Nipa

Eky Hendrawan
DPRD Akan Panggil PSDA Bulukumba Bahas Pendangkalan Muara Kampung Nipa
Kondisi muara di kampung Nipa yang telah mengalami pendangkalan sejak tahun 2006. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Pendangkalan yang terjadi di muara Kampung Nipa, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba akhirnya mendapat respons dari DPRD setempat.

Rencananya, Komisi C DPRD Bulukumba bakal melakukan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bulukumba terkait masalah ini. Rencana itu diutarakan Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, Udin Hamzah.

"Kita akan koordinasi soal ini dengan pihak terkait. Karena menurut informasi yang sudah kita kumpulkan, ini memang sudah menjadi keluhan para nelayan," katanya, Rabu (30/10/2019).



Sebelum bertemu Dinas PSDA, Udin bilang, Komisi C terlebih dahulu akan melakukan rapat internal untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan DPRD.

"Sebelum kita panggil PSDA, kita Komisi C akan lebih dulu akan berembuk dengan seluruh anggota Komisi C untuk dikomunikasikan ke pimpinan. Karena ini memang butuh respons cepat," terangnya.

Sebelumnya, pihak PSDA Bulukumba yang melakukan peninjauan di lapangan tidak memiliki solusi atas pendangkalan muara yang jadi keluhan nelayan. Pihak PSDA bahkan mengklaim telah melakukan banyak upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut, seperti pengerukan.

"Menurut pihak PSDA, sudah pernah dilakukan beberapa kali upaya untuk dilakukan pengerukan. Di tahun 2018 lalu sudah dianggarkan Rp200 juta tapi belum bisa direalisasikan," tukas Kepala Sub Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, A Ayatullah Ahmad.

Menurut Ayatullah, pengerukan muara yang jadi area aktivitas para nelayan itu membutuhkan anggaran minimal Rp500 juta. Pasalnya, kegiatan pengerukan membutuhkan alat berat yang dapat diturunkan di lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun, sejak mengalami pendangkalan pada 2006, pemerintah telah melakukan upaya pengerukan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta melalui APBD 2018 dan APBD-P 2018. Hanya saja nilai anggaran tertolak oleh sejumlah pihak pelaksana.

"Tidak bisa dijanji tahun depan, tapi kita akan mendesak agar ini dapat dikerjakan. Apalagi sudah ada muara ini berdampingan dengan jembatan Bialo jadi sudah pasti akan dibenahi," ujar Ayatullah.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook