alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembangunan Jembatan Pammesakang di Luwu Disorot

Chaeruddin
Pembangunan Jembatan Pammesakang di Luwu Disorot
Pembesian atau rangkaian besi jembatan gantung di Desa Pammesakang diduga asal kerja. Besi satu dan lainnya ada yang tidak saling mengait. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

LUWU - Pembangunan Jembatan Pammesakang di Desa Pammesakang, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu disorot. Pasalnya, proses pengerjaan proyek yang menelan anggaran sekira Rp1,5 miliar ini diduga asal-asalan.

Warga setempat yang tidak ingin namanya dikorankan melaporkan, pembesian tiang jembatan ini perlu diperiksa ulang sebelum dibeton.

"Rangka besi yang dipasang ada yang tidak saling mengait. Tentu ini akan mengurangi kekuatan jembatan nantinya ketika mendapat beban," ujarnya.



SINDOnews coba memeriksa langsung ke lokasi. Di sana, ditemukan rangka besi yang memang tidak saling mengait. Bahkan ada besi yang panjangnya tidak cukup, sehingga terlihat diikat dengan kawat untuk menyambungkan rangka satu dengan yang lainnya.

Salah seorang petugas proyek yang ditemui di lapangan bernama Alfian Daeng Sommeng, pun ikut memeriksa rangkaian rangka besi tersebut.

"Kami akui ini salah, iya benar salah bestek, kami akan perbaiki," ujarnya.

Daeng Sommeng menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena kesalahan pabrikasi.

"Ini kesalahan pabrikasi, tukang potong besinya yang salah. Mungkin karena dikerja di satu tempat dan memang proyek ini satu paket dengan beberapa proyek jembatan lainnya di Kabupaten Luwu," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, PPK proyek jembatan gantung yang merupakan bagian Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar yang juga membawahi wilayah Luwu Raya, Petrus, mengaku, tidak tahu menahu soal kondisi di lapangan terkait kondisi pembangunan.

"Saya sangat berterima kasih atas informasi ini. Saya akan cek di lokasi, jika laporan ini benar berarti ada kesalahan kerja dan kita akan perbaiki," ujarnya.

Petrus menegaskan bahwa dirinya sebagai PPK 8 proyek jembatan oleh Balai XIII Makassar tidak akan main-main dengan rekanan jika terjadi kesalahan dalam pekerjaan.

"Saya tidak main-main, kita akan bongkar jika tidak sesuai bestek. Lebih baik kita bongkar sekarang dari pada ke depan jadi masalah," ujarnya.

Untuk diketahui, selain persoalan rangkaian besi, warga sekitar juga mengkhawatirkan soal ketahanan beronjong yang dikerja satu paket dengan proyek jembatan.

Informasi dari salah seorang tukang bernama Ruttang menyebutkan, kedalaman galian beronjong tidak sampai 1 meter. Sementara warga sekitar menyebutkan tanah sekitar ini adalah tanah labil.

Untuk diketahui, proyek jembatan gantung ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wira Karsa Kontruksi dengan anggaran sebesar Rp11,619 miliar di delapan titik.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook