alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2 Polisi Penganiaya Jurnalis saat Demo Ricuh di Makassar Ditahan 21 Hari

Faisal Mustafa
2 Polisi Penganiaya Jurnalis saat Demo Ricuh di Makassar Ditahan 21 Hari
Suasana sidang disiplin terhadap dua oknum polisi yang menganiaya jurnalis saat demo ricuh di Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa.

MAKASSAR - Dua oknum polisi yang menganiaya jurnalis saat demo ricuh di Kota Makassar akhirnya dijatuhi sanksi disiplin. Mereka ditahan 21 hari dalam tempat khusus. Selain itu, kedua oknum polisi ini juga dikenai sanksi penundaan mengikuti pendidikan selama enam bulan.

Kedua oknum polisi yang disanksi itu adalah Aipda Roezky asal Polres Jeneponto dan Aiptu Mursalim asal Polres. Hukuman disiplin kepada mereka ditetapkan pada sidang disiplin di Markas Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Kamis (31/10/2019).

Aipda Roezky dan Aiptu Murslim menjalani sidang terpisah lantaran berbeda satuan. Namun, secara umum mereka menjalani sidang mulai pukul 11.00-19.00 WITA.



Keputusan sidang masing-masing dibacakan Wakapolres Jeneponto Kompol Marikar dan Wakapolres Takalar Kompol Andi Tonra selaku pimpinan sidang, dimana Aipda Roezky lebih dulu divonis lalu Aiptu Mursalim.

"Menjatuhkan hukuman terhadap terhukum Aipda Roezky (dari) Satuan Sabhara Polres Jeneponto dengan hukuman disiplin berupa penundaan mengikuti pendidikan selama 6 bulan terhitung sejak November 2019-April 2020. Penempatan dalam tempat khusus (patsus) selama 21 hari," ujar Kompol Marikar, dalam putusannya.

Tak berbeda dengan Aiptu Mursalim, pimpinan sidang yang juga atasan langsung menjatuhkan sanksi serupa. Diketahui pula bahwa kedua polisi ini melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis saat sedang di-BKO kan ke Kota Makassar untuk pengamanan aksi unjuk rasa pada 24 September.

"Menjatuhkan disiplin terhadap terhukum Aiptu Mursalim dari Satuan Sabhara Polres Takalar dengan hukuman disiplin berupa penundaan mengikuti pendidikan selama 6 bulan terhitung sejak November 2019-April 2020. Penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari," ujar Kompol Andi Tonra, dalam putusannya.

Pimpinan sidang menyebutkan Aiptu Mursalim dan Aipda Roezky melanggar prosedur sebagai anggota pengendali massa (Dalmas) dalam pengamanan unjuk rasa. Hal tersebut dibuktikan dengan tangkapan layar video saat unjuk rasa ricuh di Kantor DPRD Sulsel, 24 September 2019.

Kedua terhukum juga sama-sama melanggar prosedur dinas lantaran meninggalkan barisannya saat pengamanan atau bertindak di luar dari perintah komandan pletonnya.

Usai pembacaan putusan, kedua anggota polisi tersebut menerima vonis yang ditetapkan pimpinan sidang tersebut.

Kedua polisi terbukti melanggar Pasal 4 huruf A dan huruf D Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. Olehnya itu mereka kini ditahan di Mapolda Sulsel.

Tindakan kekerasan yang dilakukan polisi itu mengakibatkan tiga jurnalis terluka. Mereka adalah jurnalis LKBN ANTARA M Darwin Fatir, Ishak Pasibuan dari media Makassartoday.com dan Saiful Rania dari inikata.com.

Akibat dari kekerasan itu, Darwin mengalami luka bocor pada bagian kepala dan sekujur badan sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit Awal Bros untuk mendapatkan perawatan. Begitu pula dengan Ishak dan Saiful yang juga terluka tapi tidak separah Darwin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook