alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jasad Tak Ditampilkan, Presiden Suriah Ragu al-Baghdadi Tewas

Sindonews
Jasad Tak Ditampilkan, Presiden Suriah Ragu al-Baghdadi Tewas
Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ia ragu dengan klaim AS terkait dengan tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Foto: Sindonews

DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) hingga kini tidak merilis jasad pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, sehingga kematian teroris paling dicari didunia ini diragukan sejumlah pihak.

Termasuk Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad yang meragukan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam operasi pasukan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, apa yang terjadi seperti skenario Washington terhadap pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden yang diklaim dibunuh tapi tak pernah menampilkan jasadnya.

Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin itu menyarankan semua pihak untuk mengambil kata-kata para politisi AS layaknya sebutir garam.



Assad mengatakan, Damaskus tidak berpartisipasi dalam penyerbuan dengan cara apa pun terhadap pemimpin ISIS. Dia mengaku baru tahu tentang klaim kematian al-Baghdadi melalui laporan media.

Dia menyindir pihak yang terlibat dalam operasi terhadap al-Baghdadi sebagai "peserta imajiner" untuk mengklaim kredibilitas dan sanjungan karena menjadi "bagian dari operasi hebat".

"Kami tidak membutuhkan kredit seperti itu. Kami yang memerangi terorisme. Kami tidak memiliki hubungan dan tidak memiliki kontak dengan institusi Amerika," katanya dalam wawancara dengan media pemerintah Suriah yang dilansir Russia Today, Jumat (1/11/2019).

Keraguan yang sama sebelumnya disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia. Moskow juga menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Rusia ikut membantu dalam operasi Washington terhadap pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

AS juga memberikan pujian luar biasa kepada anjing militer yang mengambil bagian dalam serangan terhadap al-Baghdadi di sebuah bangunan di Barisha, Idlib, Suriah, Sabtu malam pekan lalu.

Serangan pasukan khusus AS yang diwarnai dengan serangan udara tidak meyakinkan Assad apakah itu benar-benar terjadi atau tidak. Selain itu, ia berpikir seluruh skenario itu mirip dengan klaim pembunuhan terhadap pemimpin al-Qaeda Osama Bin Laden tahun 2011.

"Mengapa sisa-sisa (jasad) al-Baghdadi tidak ditampilkan? Ini adalah skenario yang sama yang mengikuti bin Laden," kata Assad.

"Jika mereka akan menggunakan dalih yang berbeda untuk tidak menunjukkan sisa-sisa (jasad), mari kita ingat bagaimana (mantan) Presiden (Irak) Saddam Hussein ditangkap dan bagaimana seluruh operasi ditunjukkan dari A sampai Z; mereka menunjukkan gambar dan video klip setelah mereka menangkapnya," paparnya.

Pembunuhan terhadap putra-putra Saddam, lanjut Assad, juga didokumentasikan dengan baik dan dipublikasikan secara luas. Menurutnya, itu menunjukkan bahwa Amerika menyembunyikan segalanya tentang pembunuhan bin Laden dan pembunuhan al-Baghdadi karena suatu alasan.

"Ini adalah bagian dari trik yang dimainkan oleh orang Amerika. Itu sebabnya kita tidak boleh percaya semua yang mereka katakan kecuali mereka datang dengan bukti. Politisi Amerika sebenarnya bersalah sampai terbukti tidak bersalah, bukan sebaliknya," ujarnya.

Menurutnya, secara keseluruhan, tidak mungkin kematian pemimpin ISIS—jika dia benar-benar terbunuh—dan bahkan kehancuran utama kelompok teroris akan mengubah apa pun. Akar masalah yang dia sebut sebagai ideologi Wahhabi yang berusia lebih dari dua abad tidak akan hilang sekaligus.

Pemimpin Suriah ini mengklaim pemikiran Islam radikal dan al-Baghdadi hanyalah alat AS selama ini. Alat-alat itu, kata dia, dapat dengan mudah dirancang ulang di tempat lain.

“Saya percaya semua yang berhubungan dengan operasi ini adalah tipuan. Baghdadi akan diciptakan kembali dengan nama yang berbeda, individu yang berbeda, atau ISIS secara keseluruhan dapat direproduksi sesuai kebutuhan dengan nama yang berbeda tetapi dengan pemikiran dan tujuan yang sama. Direktur seluruh skenario itu sama, orang Amerika," katanya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook