alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

AS Kembali Sanksi Iran Terkait Program Rudal Balistik

Agus Nyomba
AS Kembali Sanksi Iran Terkait Program Rudal Balistik
Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi terhadap sektor konstriksi Iran karena membantu program Rudal balistik. Foto: Sindonews/Ilustrasi

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah memberi sanksi, kepada sektor konstruksi Iran dan bahan-bahan tertentu karena program rudal balistik militer.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam siaran pers.

"Bersamaan, Sekretaris [Negara Mike Pompeo] membuat dua penentuan dengan implikasi sanksi sesuai dengan Bagian 1245 dari Undang-Undang Kebebasan dan Kontra-Proliferasi Iran 2012 (IFCA): Satu mengidentifikasi sektor konstruksi Iran yang dikendalikan secara langsung atau tidak langsung oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), dan satu mengidentifikasi empat bahan strategis yang digunakan sehubungan dengan program nuklir, militer, atau rudal balistik Iran," bunyi pernyataan tersebut dilansir dari Sputnik, Jumat, (01/11/2019).



"Dengan tekad ini, Amerika Serikat akan memiliki otoritas tambahan untuk mencegah Iran dari memperoleh bahan strategis untuk IRGC, sektor konstruksi, dan program proliferasi," tambah pernyataan tersebut.

Dalam siaran pers terpisah, Departemen Luar Negeri mengatakan pemerintah AS menetapkan bahwa bahan-bahan berikut digunakan sehubungan dengan program nuklir, militer atau rudal balistik Iran: tabung baja stainless 304L; MN40 foil mematri mangan; MN70 foil mematri mangan; dan baja tahan karat CrNi60WTi ESR + VAR (kromium, nikel, 60 persen tungsten, titanium, peleburan elektro-slag, peleburan busur vakum).

"Penjualan, penyediaan atau transfer bahan-bahan ini ke atau dari Iran akan dikenakan sanksi," kata rilis itu.
 
Amerika Serikat telah melanjutkan kampanye tekanannya pada Iran untuk memojokkan negara itu agar menghentikan program rudal nuklir dan balistiknya. Ketegangan di Teluk Persia meningkat ketika Hizbullah yang didukung Teheran menyerang fasilitas minyak Saudi dan Iran mulai mengganggu kapal-kapal asing yang melewati Selat Hormuz.

Washington sepenuhnya memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran pada tahun 2018 yang telah dicabut berdasarkan perjanjian nuklir Iran 2015 setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian tersebut.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook