alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Oknum Kepsek di Gowa Dilapor Keroyok Nenek 70 Tahun

Bugma
Oknum Kepsek di Gowa Dilapor Keroyok Nenek 70 Tahun
Seorang nenek di Gowa terbaring lemah di rumah sakit usai dikeroyok oknum kepsek bersama keluarganya. Foto: iNews/Bugma.

GOWA - Oknum kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Gowa dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bontonompo, atas dugaan pengeroyokan terhadap seorang nenek berusia 70 tahun. Sang nenek yang bernama Intang dikeroyok oknum kepsek bersama tiga anggota keluarganya.

Hingga kini, nenek Intang masih terbaring lemah dalam ruang perawatan Instalagi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar, Sulsel. Dia mengalami luka lebam dan sulit bergerak akibat pengeroyokan yang dialaminya.

Informasi yang dirangkum awak media, mereka yang bertikai masih bertetangga, bahkan punya hubungan keluarga. Mereka tinggal di Dusun Cambajawaya, Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo.



Keributan terjadi dipicu persoalan sepele. Bermula saat korban bersama anaknya, Najma Daeng Paneng, menaruh pot bunga di halaman pagar rumah mereka. Hal itu tak diterima baik oleh oknum kepsek. Sebab pot itu membuat akses jalur mobilnya terhalang untuk keluar masuk ke rumah. Cekcok tersebut pun berujung pada pengeroyokan.

“Kepala sekolah itu coba memukul namun saya tahan. Lalu saya didorong sampai jatuh dan kerah baju saya ditarik keponakannya dan dipukul lagi,” ujar anak korban, Daeng Paneng, Jumat (1/11/2019).

Dia mengungkapkan saat itu orangtuanya datang untuk melerai dan menolongnya. Namun mereka turut menganiayanya. "Rambut mama saya ditarik terus dadanya ditendang sampai punggungnya sakit dan tak bisa digerakkan. Mereka empat orang,” katanya.

Kasus pengeroyokan ini pun dilaporkan korban Polsek Bontonompo. Saat ini penyidik telah memeriksa empat saksi untuk penanganan kasusnya.

“Keterangan saksi-saksi membenarkan telah terjadi pengeroyokan. Terduga pelaku ada empat orang dan kami sudah agendakan pemanggilan kepada mereka,” ujar Kapolsek Bontonompo Iptu Syachrir.

Menurutnya, antara korban dan pelaku tak hanya bertetangga, melainkan mereka masih memiliki hubungan keluarga. “Korban dan para pelaku ini saudara sepupu,” pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook