alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Banyak Kendala, Gerindra Sarankan Program Tol Laut Ditutup

Suwarny Dammar
Banyak Kendala, Gerindra Sarankan Program Tol Laut Ditutup
Gerindra sarankan progam Tol Laut ditutup karena punya banyak kendala dan dinilai kurang bermanfaat. Foto?Ilustrasi.

JAKARTA - Ketua Bidang Maritim dan Kelautan DPP Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono menyatakan bahwa program Tol Laut lebih baik ditutup. Hal tersebut diungkapkan sehubungan dengan banyaknya permasalahan yang menyelimuti jalannya program tersebut.

"Tol Laut ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Kalau dibilang program ini bisa menurunkan disparitas harga itu omong kosong. Tol Laut ini malah menyedot subsidi dari APBN, jadi lebih baik Tol Laut ini ditutup saja," ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (2/11/2019).

Program unggulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dalam perjalanannya banyak terganjal berbagai kendala. Mulai dari konsepnya yang belum jelas hingga sinergitas antar lembaga yang langka ditemui.



Bambang yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI Periode 2014-2019 ini sudah dari jauh-jauh hari menyatakan program ini tidak layak dijalankan. Sejak awal dia sudah melihat banyak salah kaprah dalam perjalanannya.

"Barang-barang yang diangkut oleh Tol Laut ini tidak pernah dikontrol dan akhirnya dilepas ke mekanisme pasar," terang dia.

Disebutkan juga, barang yang diangkut seharusnya merupakan 11 komoditas pokok. Namun pada kenyataannya Tol Laut ini turut mengangkut komoditas lainnya seperti barang elektronik dan sepeda.

"Ini yang seharusnya Pak Jokowi dan Pak Menko Maritim perlu turun ke bawah untuk mengecek langsung," pinta dia.

Baru-baru ini, Presiden Jokowi pun mengeluhkan tidak optimalnya sasaran yang dicapai oleh Tol Laut. Dia menyatakan ada pihak swasta yang memonopoli Tol Laut, sehingga tujuan yang dicapai masih jauh dari yang diharapkan.

Bambang pun tidak sependapat dengan yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, selama ini justru pihak swasta malah tidak diberikan kesempatan yang besar. Program ini lebih didominasi oleh BUMN seperti misalnya PT Pelni.

"Apa yang dikatakan Pak Jokowi itu enggak benar, jadi Tol Laut ini memang lebih baik ditutup. Opsi untuk gantinya sudah ada 26 ribu kapal yang dioperasikan oleh kurang lebih 3 ribu perusahaan nasional untuk mengangkut barang lewat angkutan laut," ungkapnya.

Biaya angkut transportasi laut hanya berpengaruh kecil terhadap harga komoditas yg diangkut yang bisa mengakibatkan disparitas tetapi kecil rata-rata hanya sekitar 3 persen.

"Misal, ongkos angkut satu kontainer Surabaya-Makasar hanya sekitar 4 juta rupiah sedangkan bila diisi 20 ton beras @10 ribu rupiah, nilai komoditi 200 juta berarti sekitar 2 persen.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook