alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hujan Interupsi Iringi Pengesahan AKD DPRD Tana Toraja

Joni Lembang
Hujan Interupsi Iringi Pengesahan AKD DPRD Tana Toraja
DPRD Kabupaten Tana Toraja. Foto: Istimewa

TANA TORAJA - Rapat paripurna dalam rangka pembentukan sekaligus pengesahan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kabupaten Tana Toraja diwarnai hujan interupsi sejumlah anggota dewan.

Di awal paripurna, pimpinan DPRD mengusulkan penundaan paripurna untuk penyesuaian keterwakilan fraksi dalam struktur AKD. Namun, sejumlah anggota dewan meminta agar paripurna tetap dilanjutkan.

"Pimpinan mengusulkan rapat pembentukan dan pengesahan AKD ditunda untuk pemerataan keterwakilan seluruh anggota fraksi dalam struktur AKD, terutama badan anggaran dan badan musyawarah," ujar Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi.



Dia mengatakan, apabila merujuk pada komposisi keanggotaan fraksi dalam badan anggaran dan badan musyawarah periode sebelumnya dengan jumlah kursi masing-masing fraksi, ada satu fraksi yang anggotanya tidak masuk dalam badan anggaran maupun badan musyawarah.

Sehingga, pimpinan mengusulkan untuk mencari solusi agar semua keanggotaan fraksi dapat terakomodir dalam badan anggaran dan badan musyawarah.

"Pimpinan berpendapat, semua anggota fraksi merata terakomodir dalam badan musyawarah dan badan anggaran. Tidak boleh ada anggota fraksi yang tidak masuk di struktur dua AKD itu," jelas Welem.

Usulan pimpinan kemudian mendapat tanggapan dari anggota fraksi Golkar, Nicodemus Mangera yang meminta rapat paripurna tetap dilanjutkan untuk pembentukan dan pengesahan AKD. Pasalnya, kinerja DPRD tidak akan maksimal untuk masyarakat dan konstituen tanpa AKD.

"Kita (DPRD), jangan hanya buang-buang waktu hanya berkutak kutik pada AKD. Kalau memang ada anggota dewan yang tidak terakomodir dalam badan anggaran dan musyawarah, bisa masuk di badan kehormatan atau badan pembentukan peraturan daerah," kata Nicodemus.

Interupsi lainnya juga disampaikan sejumlah anggota dewan seperti YP Pillo dari fraksi Demokrat dan Andareas Tandirerung dari fraksi Nasdem. Keduanya menginginkan rapat paripurna tetap dilanjutkan.

Meski berjalan alot dan diwarnai hujan interupsi, pimpinan rapat paripurna akhirnya melanjutkan rapat paripurna. Setelah melalui musyawarah dan mufakat dan pertimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi, AKD pun ditetapkan dan disahkan dalam rapat paripurna itu.

Pimpinan Badan Anggaran dan Badan Musyawarah melekat di unsur pimpinan, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Kristian HP Lambe (fraksi Demokrat), Ketua Badan Kehormatan, Andareas Tadan (fraksi Hanura), Ketua Komisi I, Stefanus Maluangan (fraksi PDI Perjuangan), Ketua Komisi II, Semuel P Tandirerung (fraksi Nasdem) dan Ketua Komisi III, Nicodemus Mangera (fraksi Golkar).



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook