TOPIK TERPOPULER

Bom Ikan Kembali Marak di Perairan Teluk Bone, Polairud Dinilai Kecolongan

M Reza Pahlevi
Bom Ikan Kembali Marak di Perairan Teluk Bone, Polairud Dinilai Kecolongan
Penggunaan bom ikan di Perairan Teluk Bone kembali marak terjadi hingga merugikan nelayan tradisional. Foto: Ilustrasi

WAJO - Nelayan di Kecamatan Pitumpanua kembali diresahkan dengan maraknya aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Teluk Bone.

Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan yang menempatkan sejumlah personelnya di Kabupaten Wajo, untuk menjaga perairan teluk bone dinilai kecolongan dengan maraknya aksi Ilegal fishing tersebut.

Pemerhati lingkungan Kecamatan Pitumpanua, Suparto menuturkan, aksi ilegal fishing menggunakan bahan peledak hampir setiap hari terjadi di perairan Teluk Bone. Ekosistem terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan, saat ini telah rusak akibat penggunaan bom, racun dan pukat harimau yang digunakan orang yang tidak bertanggingjawab saat menangkap ikan.

Baca Juga: Asyik Ngebom Ikan di Perairan Soropia, AD Dibekuk Polairud Polda Sulawesi Tenggara

Alhasil, kata dia, sejumlah nelayan tradisional merasa dirugikan akibat aksi tersebut. Hasil tangkapan berkurang akibat ekosistem laut telah rusak. Kehadiran Polairud di Wajo belum memberikan dampak signifikan.



"Penggunaan bom dan racun untuk penangkapan ikan komersial sangat merusak kegiatan mahluk hidup di dasar laut. Ini sangat merugikan nelayan tradisional. Kehadiran Polairud belum memberikan dampak positif," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (20/2/2021).

Sebagai pemerihati lingkungan di wilayah Pitumpanua, Suparto menaruh kecurigaan besar kepada aparat Polairud yang ditempatkan di Wajo untuk menjaga perairan Teluk Bone, sebab saat Polairud melakukan operasi, para pelaku ilegal fishing nampak tak pernah terlihat melakukan aktivitas.

Nelayan tradisional setempat juga tak mampu berbuat banyak, pelaku ilegal fishing sering menebar ancaman kepada nelayan jika berani buka suara. Masyarakat setempat juga telah hilang kepercayaan kepada petugas Polairud.

"Kami tidak habis pikir, jika polisi turun operasi pelaku tidak pernah muncul, Masyarakat hilang kepercayaan kepada petugas. Nelayan tradisional juga sering mendapat ancaman akan di bom ketika buka suara terkait aksi yang dilakukan pelaku sehingga nelayan tidak bisa berbuat banyak. Rata-rata pelaku ilegal fishing orang luar Wajo, ada dari Luwu, ada juga dari Bajoe," jelasnya

Baca Juga: Transaksi Jual Beli Ribuan Bom Ikan, Dua Orang Ditangkap Polda Jatim



Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Elfrianto mengaku, turut prihatin dengan kondisi yang terjadi di perairan Teluk Bone.

Menurut legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pitumpanua itu, tidak ada satu pun mahkluk di laut yang tidak terkena dampak fisik pengeboman ikan. Ketika struktur dasar laut seperti bunga karang dan terumbu karang musnah maka ikan, kepiting, bintang laut, cacing-cacing dan seluruh habitatnya akan hilang dan mati.

"Tentunya kita semya berharap agar aparat kepolsian, khususnya kesatuan Polairud mampu mengantisipasi atau menangkap pelaku aksi pengeboman ikan di Teluk Bone. Saat ini masyarakat dan nelayan sangat merasakan dampak dari aksi ilegal fishing yang telah merusak ekosistem laut akibat ulah tangan-tangan jahil," tuturnya



(agn)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!