alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PT Pertamina Luncurkan Aplikasi Online Delivery Info Transport Loss

Suwarny Dammar
PT Pertamina Luncurkan Aplikasi Online Delivery Info Transport Loss
PT Pertamina Luncurkan aplikasi online delivery info (ODI) Transport Loss. Foto: Istimewa

MAKASSAR - PT Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kehandalan di semua lini produksi dan distribusi. Salah satu upaya tersebut dengan peluncuran aplikasi online delivery info (ODI) Transport Loss secara live di kantor MOR VII, jalan Garuda, Makassar, Senin (4/11/2019).

"Aplikasi ODI memiliki fitur-fitur yang memudahkan pelanggan SPBU untuk memonitor status pengiriman BBM yang telah dipesan sesuai loading order (LO), mulai dari proses pengisian BBM di terminal bahan bakar minyak (TBBM), proses pengangkutan, sampai dengan penyerahan BBM di lokasi SPBU tujuan," ujar GM MOR VII, Chairul A Adin.

Aplikasi ODI kata Chairul pada awalnya merupakan hasil dari pelaksanaan program Marketing Operation Excellence (MOrE) pada 2015/2016. Program itu dikembangkan PT Pertamina bersama PT Elnusa Petrofin dan PT Pertamina Patra Niaga selaku pengelola mobil tangki angkutan BBM.



Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan SPBU. Menurut Chairul, program itu masih bagian dari integrated fleet management system yang wajib dikembangkan dan digunakan oleh pengelola mobil tangki angkutan BBM.

Selanjutnya, kata Chairul, pada tahun 2018, fitur Transport Loss mulai dikembangkan pada aplikasi ODI dan telah diterapkan di TBBM Panjang, Bengkulu, dan Tegal sebagai pilot project.

Berdasarkan hasil implementasi di tiga lokasi tersebut, pada tahun 2019, fungsi supply and distribution Pertamina MOR VII berinisiatif untuk mengimplementasikan ODI Transport Loss ini dengan beberapa tambahan ketentuan dan tahapan proses. Penambahan ketentuan itu bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem tersebut.

Dengan ODI Transport Loss, hasil perhitungan bersama terhadap volume BBM di mobil tangki sebelum diserahterimakan dan dibongkar, dimasukkan dalam sistem yang secara otomatis akan mengkalkulasi jika terdapat selisih kurang volume BBM.

Selanjutnya kata Chairul jika selisih kurang volume BBM tersebut melebihi toleransi yang ditetapkan atau 0,15 persen, maka sistem juga akan menerbitkan berita acara selisih kurang yang secara otomatis akan memunculkan klaim untuk dibayarkan oleh PT Elnusa Petrofin
kepada pengusaha SPBU terkait.

Chairul menjelaskan, tim implementasi ODI Transport Loss MOR VII telah mulai melaksanakan tahapan implementasi aplikasi ini sejak bulan Juni 2019. Sampai akhirnya, pada tanggal 1 November 2019 dapat go live secara serentak untuk 11 lokasi wilayah operasional distribusi Pertamina. Yakni, integrated terminal Makassar dan Bitung, TBBM Donggala, Parepare, Palopo, Baubau, Kendari, Raha, Gorontalo, Kolonedale, dan Tolitoli.

"Dengan telah diimplementasikannya ODI Transport Loss, diharapkan permasalahan mengenai pengendalian Transport Loss angkutan BBM ke SPBU dapat berkurang dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan pencatatan dalam sistem berbasis Teknologi Informasi," tutup Chairul.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook