alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tiga Waktu Terbaik Berhubungan Intim Menurut Islam

Sri S Syam
Tiga Waktu Terbaik Berhubungan Intim Menurut Islam
Melakukan hubungan intim kerap dilakukan pada malam hari, saat suami dan istri berkumpul di rumah usai beraktivitas. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Melakukan hubungan intim kerap dilakukan pada malam hari, saat suami dan istri berkumpul di rumah usai beraktivitas.  Hubungan intim pada malam hari juga sering dianggap lebih membangun suasana ketika hendak tidur. Namun tahukah Anda ternyata Islam mengajarkan waktu-waktu tertentu untuk berhubungan badan.

Dilansir dari berbagai sumber waktu yang disunnahkan untuk berhubungan intim yakni subuh, siang hari waktu dzuhur, dan setelah isya. Sebagaimana firman Allah SWT QS. An-Nur: 58.

'Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu dzuhur dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari tiga waktu itu.



Tiga waktu ini diperkuat dengan Tafsir Ibn Katsir, 6/83).

”Dulu para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan badan dengan istri mereka di tiga waktu tersebut. Kemudian mereka mandi dan berangkat shalat. Kemudian Allah perintahkan agar mereka mendidik para budak dan anak yang belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar pribadi mereka di tiga waktu tersebut, tanpa izin. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).

Serta kebiasaan nabi Muhammad SAW (HR. an-Nasai 1680 dan dishahihkan al-Albani)

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di awal malam, kemudian bangun tahajud. Jika sudah memasuki waktu sahur, beliau shalat witir. Kemudian kembali ke tempat tidur. Jika beliau ada keinginan, beliau mendatangi istrinya. Apabila beliau mendengar adzan, beliau langsung bangun. Jika dalam kondisi junub, beliau mandi besar. Jika tidak junub, beliau hanya berwudhu kemudian keluar menuju shalat jamaah. (HR. an-Nasai 1680 dan dishahihkan al-Albani)

Berdasarkan keterangan A’isyah di atas, sebagian ulama lebih menganjurkan agar hubungan badan dilakukan di akhir malam, setelah tahajud, dengan pertimbangan,

Mendahulukan hak Allah, dengan beribadah kepadanya dalam kondisi masih kuat, menghindari tidur ketika junub, karena bisa langsung mandi untuk shalat subuh. Serta di awal malam umumnya pikiran penuh, dan di akhir malam umumnya pikiran dalam keadaan kosong.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook