alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hal Mengerikan Bisa Terjadi Jika Mencampur Deterjen dengan Pemutih saat Mencuci

Sri S Syam
Hal Mengerikan Bisa Terjadi Jika Mencampur Deterjen dengan Pemutih saat Mencuci
Saat mencuci pakaian jangan pernah sekali-kali mencampurkan deterjen dengan pemutih apapun karena keduanya merupakan bahan kimia yang jika dicampur akan menimbulkan hal mengerikan. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Membersihkan rumah menjadi aktivitas yang hampir tiap hari dilakukan. Sama halnya dengan mencuci pakaian, namun ada yang perlu Anda perhatikan ketika sedang mencuci pakaian jangan sampai salah langkah berakibat fatal.

Saat mencuci pakaian jangan pernah sekali-kali mencampurkan deterjen dengan pemutih apapun karena keduanya merupakan bahan kimia yang jika dicampur akan menimbulkan hal mengerikan.

Seperti dikutip dari Word of Buzz dari The Poiseon National Malaysia Juni 2019 lalu sebuah insiden terjadi pada seorang ibu rumah tangga tewas setelah keracunan parah setelah mencampur deterjen dengan pemutih.



Perlu Anda ketahui pemutih mengandung Sodium Hiproklorit sedangkan detergen mengandung Asam Klorida. Jika keduanya mengalami pencampuran maka akan menghasilkan gas klor yang sangat beracun.

Gas ini berwarna kehijauan dan memiliki gejala seperti batuk berat, kesulitan bernafas, nyeri dada dan tenggorokan, mual muntah serta sakit kepala parah.

Jika terpapar dalam waktu lama bahkan di ruang tertutup bisa berakibat fatal dan berakhir dengan kematian. Menurut Huffpost, Cloramine mudah menguap yang artinya akan berbentuk gas yang sewaktu-waktu bisa Anda hirup.

Selain itu, Anda perlu memperhatikan label ketika akan mencampurkan bahan pembersih umum dengan memperhatikan kandungan Sodium Hiproklorit.

Ini ditemukan pada banyak pemutih rumah tangga dan desinfektan lainnya, Sodium Hiproklorit bereaksi terhadap amonia. Biasanya paparan gas klor pada level rendah pada periode waktu tertentu hampir selalu mengiritasi selaput lendir yakni mata, hidung dan tenggorokan.

Ini menyebabkan masalah bentuk pernapasan dan sensasi mata terbakar serta berair. Tingkat paparan yang lebih tinggi dapat menyebabkan nyeri dada, kesulitan bernafas, muntah, pneumonia hingga kematian.

Klorin juga bisa diserap kulit yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, pembengkakan, Kepuh. Asam klorida juga dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, mata tenggorokan, mulut serta paru-paru.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook