alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sempat Disorot Dewan, Pembangunan USB Akan Dilanjutkan

Fitra Budin
Sempat Disorot Dewan, Pembangunan USB Akan Dilanjutkan
Pembangunan Unit Sekolah Baru akan tetap dilanjutkan setelah sempat disoroti dewan. Foto: Sindonews/Ilustrasi

LUWU TIMUR - Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Kabupaten Luwu Timur, akan tetap dilanjutkan, setelah sebelumnya sempat disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam meminta kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, untuk bekerjasama perihal dalam rangka suksesi penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Dewan Pendidikan kata Amran, dapat memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD terkait pendirian Unit Sekolah Baru (USB).



“DPRD akan support, demi kepentingan daerah, masyarakat dan dunia pendidikan di Kabupaten Luwu Timur,” kata Amran.

Ketua Dewan Pendidikan, Ardias Bara mengatakan, pada dasarnya dewan menyetujui program pendirian Unit Sekolah Baru (USB) setelah melalui berbagai pertimbangan.

Namun lebih lanjut lagi, Ardias meminta agar dipertimbangkan untuk stakeholder berasal dari pemerintah, DPRD, masyarakat dilibatkan dalam musyawarah membahas peletakan pendirian USB.

“Kita bersama harus melihat di lapangan dan mendengar masukan dari masyarakat,” kata Ardias.

Adapun yang menjadi Unit Sekolah Baru yang dibangun berasal dari 4 kecamatan antara lain SMPN 3 Wasuponda, SMPN 2 Kalaena, SMPN 2 Tomoni, dan SMPN 2 Mangkutana.

Sebelumnya, Rencana pendirian Unit Sekolah Baru SMPN 2 Tomoni, disoalkan oleh Anggota Dewan DPRD Luwu Timur.

Anggota Komisi I DPRD Luwu Timur Rully Heryawan, mengatakan dirinya tidak sependapat apabila pendirian SMPN 2 Tomini, harus mengorbankan satu sekolah dasar.

"Pada dasarnya saya menyetujui pendirian SMPN 2 Tomoni dengan alasan mengurai kepadatan murid yang ada di SMPN 1 Tomoni. Namun pendirian sekolah dengan menutup SDN 187 Sumber Agung," ujar Rully.

Kata Rully, dengan adanya penutupan yang terjadi, akan timbul masalah baru yakni masyarakat yang ada di dalam desa lestari tidak memiliki SD sehingga mereka diharuskan ke Mulyasri dan Bangun Jaya yang jauh.

“Kami tidak ingin timbul masalah baru, jangan sampai menghilangkan minat anak-anak untuk bersekolah,” kata Rully.

Sebagai solusinya, kata Rully, hendaknya Dinas Pendidikan mencari lahan di Tomoni untuk didirikan SMPN 2 Tomoni. “Tidak ada masalah kita bangun sekolah, kita ganti rugi lahan jika perlu,” kata Rully.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook