alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Gowa Tewas Ditebas Parang Sampai Leher Terputus

Herni Amir
Warga Gowa Tewas Ditebas Parang Sampai Leher Terputus
Suasana di rumah duka, Daeng Sampara Bin Dading yang menjadi korban pembunuhan sadis di Biringbulu Kabupaten Gowa. Foto : SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Tragedi berdarah gara-gara sengketa lahan kembali terjadi di Sulawesi Selatan. Kali ini menimpa warga Kabupaten Gowa bernama Sampara Bin Dading (40 tahun) yang tewas ditebas parang oleh Haji Saju (60 tahun) , Senin (11/11/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.

Tubuh Sampara ditemukan dalam kondisi mengenaskan, leher terputus dari badan di sebuah kebun, di Kampung Sonra, Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu.

"Keduanya masih satu rumpun keluarga. Ibunda korban, Nia bersepupu satu kali dengan istri pelaku, Hj Saling. Ibu kandung korban tinggal sekampung dengan pelaku,"ungkap Kepala Desa Taring Abdul Azis Gassing kepada SINDOnews.



Dia menuturkan, pelaku dan korban sudah lama memiliki sengketa lahan atas tanah garapan yang sudah dikuasai pelaku sejak 16 tahun terakhir.

Dalam dua tahun terakhir, tanah itu rupanya bersengketa dengan korban. Namun belum ada kesepakatan ataupun solusi dari masalah lahan itu.

Aziz selaku kepala desa sudah beberapa kali mencoba memediasi keduanya. Yang terakhir dilakukan pada dua pekan lalu."Ini kasus lama. Beberapa kali saya panggil tapi tidak ada kejelasan. Jadi saya bilang kosongkan dulu lahan," bebernya.

Aziz menuturkan, kasus ini juga sempat dibawa ke ranah hukum untuk mencari solusi atas sengseka lahan itu. Tapi ternyata keduanya melakukan pertemuan di kebun yang dipersengketakan. Pertemuan rupanya diwarnai cekcok dan pertengkaran.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Biringbulu, Aiptu Andi Akbar, mengatakan pertengkaran keduanya disaksikan oleh seorang warga bernama Noro yang saat itu sedang mencari biji kemiri.

"Kurang lebih dari 70 meter ia melihat pertengkaran korban dan pelaku,"jelasnya.

Haji Saju diketahui menebas parang keponakannya, Sampara. Pembunuhan sadis pun tak terhindarkan. Badan dan kepala korban terputus dan terpental sekitar 5 meter.

Selanjutnya kata Aiptu andi Akbar, saksi lari ke perkampungan dan berteriak bahwa ada orang sementara diparangi. Warga yang mendapat informasi langsung berdatangan menuju ke TKP.

Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Tonrorita untuk dilakukan visum pada pukul 10:30 Wita. Hasil visum menunjukkan leher korban putus. Kemudian luka siku tangan kanan, dan jari tangan kiri.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook