alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Terungkap, Modus Kepailitan Rampok Aset Pengusaha Makassar

Sri S Syam
Terungkap, Modus Kepailitan Rampok Aset Pengusaha Makassar
Jebakan kepailitan kini marak digunakan untuk merampok aset sejumlah debitur. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Jebakan kepailitan kini marak digunakan untuk merampok aset sejumlah debitur. Modusnya, debitur dipaksa pailit dengan utang palsu, sementara sang pemohon Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) nyatanya telah berstatus tersangka tindak pidana surat palsu oleh Polda Sulsel.

Kejahatan ini tengah menimpa Direktur CV. Sinar Utama Triputra, Leonard yang di PKPU kan oleh pemilik Toko Duta Bangunan Sammy Thomas Tho yang saat ini berstatus tersangka surat palsu.

"Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Niaga Makassar yang mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang diajukan Sammy Thomas Tho dan Hendra pada perkara 4/pdt sus PKPU /2019/PN Niaga Makassar, sangat merugikan kami," ungkap Leonard kepada KORAN SINDO, Minggu (10/11/2019).



Kata Dia sikap hakim Bambang Nurcahyo tidak adil dalam mempertimbangkan dan memutus perkara tersebut, menurutnya terdapat kekeliruan yang nyata dalam putusan tersebut oleh karena hakim menolak dan sama sekali tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan oleh termohon dan justru bukti-bukti yang diajukan pemohon menurutnya mengada-ada bahkan telah teridikasi surat palsu dan berstatus tersangka.

Adapun surat utang fiktif ini diduga direkayasa pemohon PKPU berkerjasama dengan Kepala Accounting PT. Aplus Pacific dan PT. Decor Indah Sejati, Loh Wino Randy Chandra serta mantan general manager (GM) CV Sinar Utama Triputra, Bernadus Setiawan.

Dugaan rekayasa surat tersebut kata Leonard telah ditegaskan oleh penyidik Polda Sulsel dengan menetapkan pemohon PKPU Sammy Thomas Tho
(Pemilik Toko Duta Bangunan) dan Accounting PT.Aplus Pacific dan PT.Decor Indah Sejati, Loh Wino Randy Chandra sebagai tersangka dugaan pemalsuan surat utang, penipuan dan penggelapan oleh Polda Sulsel laporan polisi nomor : LP/161//IV/2019 tertanggal 23 April 2019 yang dilaporkan Leonard sebagai subjek hukum yang merasa dirugikan dengan adanya putusan PKPU tersebut.

"Jadi ini GMnya yang membuat nota hutang palsu sementara bahan bangunan yang dibeli tidak ada atau diselewengkan oleh GM itu, namun beban hutang tetap ditagihkan kepada kami senilai Rp1.3 miliar," jelas Leonard kepada wartawan.

Dengan penetapan tersangka, menurut Leonard seharusnya majelis hakim PN Niaga Makassar yang diketuai Bambang Nurcahyo tidak mengabulkan permohonan PKPU Sammy Thomas Tho dan Hendra, no perkara 4/pdt sus PKPU /2019/PN Niaga Makassar tersebut.

"Apa yang terjadi dalam putusan PKPU kita hormati akan tetapi laporan pidana akan membuktikan fakta dan bukti hukum yang lain bahwa ada kejahatan hukum dibalik permohonan tersebut. Buktinya pemohonnya sudah ditersangkakan kita berharap proses pidana berjalan dengan baik sebagaimana hasil yang kami harapkan sekaligus membuka kebenaran yang kami miliki dan keadilan yang selama ini kami dambakan sebagai warga negara yang perlu perlindungan hukum," kesalnya panjang lebar.

Sementara itu, status tersangka pemohon PKPU Sammy Thomas Tho. Dalam surat SP2HP nomor B/234.A4/XI/Res.1.9/2019/Ditreskrimum, tertanggal 6 November 2019, menegaskan jika kasus dugaan pemalsuan surat utang, penipuan dan penggelapan saat ini telah berada di penyidikan tahap 1.

Pemohon PKPU Sammy Thomas Tho  (Pemilik Toko Duta Bangunan_red) dan Accounting PT.Aplus Pacific dan PT.Decor Indah Sejati, Loh Wino Randy Chandra diduga membuat dan menggunakan surat palsu serta memberi keterangaan palsu dibawah sumpah



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook