alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pasutri Pengedar Sabu di Makassar Pekerjakan Remaja Jadi Kurir

Faisal Mustafa
Pasutri Pengedar Sabu di Makassar Pekerjakan Remaja Jadi Kurir
Akbar, terduga pengedar narkoba jenis sabu di Makassar yang memperkajakan remaja sebagai kurir. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa.

MAKASSAR - Tim Hiu Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar membongkar kasus peredaran narkoba jenis sabu yang mempekerjakan anak di bawah umur sebagai kurir. Pelakunya adalah pasangan suami istri (pasutri), Akbar (24) dan Nur Susil Susanti (25). Keduanya diciduk di di Jalan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (9/11/2019) pekan lalu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, mengatakan pasutri di Makassar ini sudah tiga bulan terakhir beroperasi dengan mempekerjakan anak di bawah umur. Salah seorang kurirnya yakni seorang remaja berinisial MF yang masih berusia 16 tahun.

"Akbar telah mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu selama kurang lebih tiga bulan dan menggunakan anak-anak sebagai kurir dengan memperoleh bayaran Rp200 ribu per gram," kata Hermawan, Senin (11/11/2019).



Dalam pengungkapan kasus ini, kepolisian turut menyita barang bukti berupa satu saset besar sabu sebanyak 25gram, enam saset kosong, alat hisap atau bong lengkap dengan pirex kaca, dompet serta handphone yang diduga digunakan Akbar untuk menerima orderan di indekosnya.

Disebutkan Hermawan, Akbar memperoleh narkoba dari arahan seseorang yang berinisial IN yang kini masih berstatus DPO. Dari arahan IN, Akbar mengetahui dimana tempat ia mengambil narkoba yang bakal diedarkannya. "Akbar peroleh sabu dengan cara diarahkan oleh IN yang telah ditempelkan di depan Salahutu Motor di Jalan Sungai Saddang Makassar. Sudah lima kali dia mengambil sabu-sabu," tuturnya.

Terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, membenarkan bahwa pasutri ini memang mempekerjakan remaja sebagai kurir narkoba. Sang remaja pun sudah diamankan polisi. "Anak tersebut berinisial MF usianya 16, iya kita juga amankan guna proses penyelidikan," paparnya.

Diterangkan Diari, saat proses pengembangan Akbar terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan polisi dan hendak melarikan diri saat. Sementara istrinya dan pelajar tersebut langsung diamankan di Mako Polrestabes Makassar.

"Saat dikembangkan kasusnya, Akbar memukul dan mendorong anggota dengan maksud untuk melarikan diri. Saat diberikan tembakan peringatan ke udara tiga kali, Akbar tidak mengindahkan sehingga terpaksa dilumpuhkan lalu dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook