alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

5 Fakta Kasus Penggal Kepala Gegara Sengketa Lahan di Gowa

Herni Amir
5 Fakta Kasus Penggal Kepala Gegara Sengketa Lahan di Gowa
Tragedi berdarah di Kabupaten Gowa, dimana seorang warga ditemukan tewas dengan kepala dan tubuh terpisah. Foto: Sosial Media

SUNGGUMINASA - Kasus pembunuhan sadis di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (11/11/2019), membuat geger. Warga setempat bernama Sampara bin Dading (40) ditemukan tewas mengenaskan. Kepala dan tubuhnya ditemukan terpisah di sebuah kebun.

Tak berselang lama, terungkap pelakunya masih merupakan kerabat korban yakni Haji Saju (60). Si pelaku pun langsung diamankan di kantor polisi. Kepolisian masih mendalami kasus penggal kepala yang diduga dipicu sengketa lahan yang telah berlangsung belasan tahun.

Berikut lima fakta dari tragedi berdarah di Kabupaten Gowa tersebut:



1. Pelaku dan korban masih berkeluarga

Kepala Desa Taring, Abdul Azis Gassing, mengungkapkan pelaku dan korban masih merupakan kerabat dekat. Ibu Sampara, Nia, masih bersepupu dengan istri Haji Saju, Hj Saling. Bahkan, ibu korban masih satu kampung dengan Hj Saju.

"Keduanya masih satu rumpun keluarga. Ibu korban masih sepupu dengan istri pelaku, bahkan ibunya sekampung dengan pelaku," kata Azis, kepada SINDOnews.

2. Dipicu sengketa lahan selama 16 tahun

Azis melanjutkan akar permasalahan dari tragedi berdarah ini yakni sengketa lahan. Terdapat sebuah kebun yang diperebutkan pelaku dan korban. Sengketa lahan itu bahkan sudah berlangsung selama 16 tahun tanpa ada solusi.

Selaku kepala desa, Azis mengaku sudah berulang kali mencoba memediasi paman dan keponakan itu. Mediasi terakhir dilakukan sekitar dua pekan lalu. "Ini kasus lama. Beberapa kali saya panggil kedua belah pihak tapi tidak ada kejelasan. Jadi saya bilang kosongkan dulu lahan," ujarnya.

Aziz menuturkan kasus ini juga sempat dibawa ke ranah hukum untuk mencari solusi atas sengketa lahan tersebut. Namun keduanya ternyata melakukan pertemuan di kebun yang dipersengketakan tadi pagi. Di lokasi itu, mereka bertengkar yang berujung pada aksi penggal kepala.

3. Korban dikuburkan di Jeneponto

Keluarga Sampara memutuskan tidak memakamkan korban di Kabupaten Gowa, melainkan di Kabupaten Jeneponto. Hal itu berdasarkan permintaan dari anak si korban. "Korban dimakamkan di Kabupaten Jeneponto atas permintaan anaknya yang berada di sana," kata Camat Biringbulu, Yasmin Basri.

Jenazah korban rencananya dikebumikan di pekuburan keluarga di kampung Balombong, Kelurahan Camba Jawa, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Jenazah Sampara sendiri sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Tonrorita untuk dilakukan visum.

4. Jarak kepala dan tubuh korban terpisah sekitar 5 meter

Berdasarkan hasil visum, Sampara mengalami luka berupa leher putus. Selain itu, juga ditemukan luka pada siku kanan dan jari tangan kiri. Azis mengungkapkan saat ditemukan, kepala dan tubuh korban berada cukup jauh, berkisar 5 meter.

"Mereka cekcok di sana. Badan dan kepala terputus. Kepalanya terpental sekitar 5 meter," kata si kepala desa.

5. Pelaku dan korban sempat bertengkar di lokasi kejadian

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Biringbulu, Aiptu Andi Akbar, mengatakan sebelum terjadinya pembunuhan sadis di kebun yang disengketakan, pelaku dan korban sempat terlibat pertengkaran. Hal itu disaksikan oleh seorang warga bernama Noro yang kala itu sedang mencari biji kemiri.

"Kurang lebih dari 70 meter ia melihat pertengkaran korban dan pelaku," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook