TOPIK TERPOPULER

Transaksi Elektronik Dimasifkan untuk Kurangi Peredaran Uang Palsu

Herni Amir
Transaksi Elektronik Dimasifkan untuk Kurangi Peredaran Uang Palsu
Transaksi elektronik dimasifkan di Kabupaten Gowa untuk mengurangi peredaran uang palsu. Foto: Istimewa

GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan terus mendorong penerapan digitalisasi transaksi elektronik, atau Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) dalam setiap aktivitas transaksi.

Pelaksana Harian Bupati Gowa Kamsina mengatakan, digitalisasi transaksi elektronik ini penting, terutama di masa pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan untuk membatasi aktivitas transaksi langsung atau tunai. Apalagi transaksi non-tunai dinilai akan mempermudah dan mengurangi peredaran uang palsu (upal) .



"Adanya penerapan digitalisasi dalam transaksi tentu akan lebih mempermudah proses transaksi itu sendiri," kata Kamsina saat mengikuti Sosialisasi Pembentukan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan QRIS yang dilaksanakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan di Hotel Four Points By Sheraton, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Langgar Perda Prokes Gowa, 12 Selebgram Kena Sanksi Administrasi

Dirinya pun akan memperkuat sosialisasi aturan tersebut, ke tingkat pelaku-pelaku usaha di wilayah Kabupaten Gowa.

"Secara bertahap tentunya kita akan menerapkan bagaimana proses transaksi yang diberlakukan di wilayah Kabupaten Gowa sudah menggunakan sistem non tunai," terangnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gowa, Ismail Majid mengatakan, sejauh ini pemerintah Kabupaten Gowa telah menerapkan transaksi elektronik menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) khususnya di penerimaan daerah yaitu pajak dan retribusi.



Ismail Majid menyebutkan, sudah ada 7 penerimaan daerah yang menggunakan QRIS, yaitu Pajak Restoran, Hotel, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (PPHTB), Hiburan, Reklame, Pajak Bumi dan Bungunan (PBB) dan tambang.

"Ke depan kita terus dorong dan upayakan seluruh transaksi penerimaan daerah kita lakukan secara elektronik atau digitalisasi menggunakan QRIS," tegasnya.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Realisasi PAD Kabupaten Gowa Capai 100%

Asisten Bidang Administrasi Pemerintah Provinsi Sulsel, Tautoto Tanaranggina saat membuka sosialisasi mengatakan, bahwa TP2DD ini perlu didorong seluruh kabupaten/kota.

Hal penting kata Toto untuk mendorong percepatan, kemudahan dan akurasi pembayaran dengan memberikan akses pembayaran yang seluas-luasnya dengan metode pembayaran yang sebanyak mungkin.

"Dengan transaksi digital akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yang tentunya akan meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah. Apalagi saat digitalisasi transaksi elektronik sudah menjadi tuntutan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan," tegasnya.

Toto menyebutkan, di Provinsi Sulawesi Selatan sudah ada lima Kabupaten Kota yang sudah membentuk TP2DD. Masing-masing Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Gowa, Maros dan Barru.

"Saya berharap bahwa Pemerintah Daerah yang lain khususnya Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan agar TP2DD segera dibentuk dan Insyaallah kita launching di awal April," harapnya.

Baca Juga: 191 Orang Ikuti Seleksi Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Gowa



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!