alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemprov Sulsel Siap Lelang Randis, Harga Tertinggi Rp50 Juta

Syachrul Arsyad
Pemprov Sulsel Siap Lelang Randis, Harga Tertinggi Rp50 Juta
Sejumlah mobil dinas terparkir di area kantor Gubernur Sulsel. Foto: Sindonews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Pelaksanaan lelang kendaraan dinas (randis) Pemprov Sulsel, masih menunggu jadwal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Sulselbatra.

Kepala Biro pengelolaan barang dan aset daerah Sulsel, Nurlina mengatakan, Pemprov Sulsel sendiri sudah siap untuk melelang randis. Apalagi sebelumnya, verifikasi kendaraan yang bakal dilelang sudah dilakukan.

Saat ini, diakui pihaknya masih menunggu jadwal dari KPKNL DJKN Sulselbatra. Dalam hal proses lebih lanjut lelang kendaraan ini.



"Belum ada jadwalnya dari KPKNL," kata Nurlina yang dikonfirmasi KORAN SINDO.

Dia melanjutkan, sebelumnya biro aset juga sudah melayangkan persuratan ke KPKNL terkait kesiapan lelang ini. Surat permohonan berupa pengajuan permohonan penjualan barang milik daerah sebagai salah satu tata cara pelaksanaan lelang randis.

Menurut Nurlina, belum dijadwalkannya lelang randis ini karena pelaksanaan lelang di bawah penanganan KPKNL secara bertahap. Apalagi, proses verifikasi lelang ini tidak hanya di Sulsel saja, tapi juga di wilayah Sulawesi Barat dan Tenggara.

"Lelang randis kita sudah bersurat ke KPKNL karena kita sudah ada penetapan nilai. Ini (lelang randis) tahap kedua. Antri disana (KPKNL DJKN Sulselbatra), karena mereka lelang milik negara dan wilayahnya bukan Sulsel saja," sebut dia.

Diketahui, Pemprov Sulsel melalui Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah Setprov Sulsel sebelumnya mengusulkan 140 kendaraan baik roda dua dan empat untuk dilelang. Namun dari hasil verifikasi KPKNL DJKN Sulselbatra, hanya 95 randis. Sementara 45 unit lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan untuk dinilai.

Nurlina menyebut dari sisa kendaraan yang tidak direkomendasikan dilakukan lelang oleh DJKN salah satu alasan utamanya karena tidak adanya kelengkapan dokumen randis.

"Jadi yang bisa dilelang cuma 95 kendaraan saja. Karena sisanya tidak memenuhi syarat pemeriksaan," imbuhnya.

Dari 95 randis yang dilelang, 28 diantaranya kendaraan roda empat dan 67 unit roda dua. Total kendaraan dinas tersebur berasal dari 30 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel. Hasil penilaian DJKN inipun sudah ditetapkan dalam SK Gubernur Sulsel untuk dilelang.

Sementara untuk kisaran harga kendaraannya bervariasi. Tergantung dari jenis dan tahun keluaran kendaraan. Disebutkan Nurlina, untuk kendaraan roda dua nilai terendah ditaksir mulai Rp1 juta untuk kendaraan keluaran tahun 2006-2007. Sementara untuk roda empat nilai terendah ditaksir seharga Rp7 juta kendaraan keluaran tahun 1998.

Lalu, untuk kendaraan roda empat dengan nilai tertinggi seharga Rp50 juta. "Paling mahal harga 50 juta, keluaran tahun 2008, seperti Daihatsu Terios. Jadi bervariasi harganya, tergantung juga tahun keluaran mobilnya," pungkas dia.

Pendaftaran dan persyaratan lelang randis ini, kata dia, melalui website resmi milik DJKN Kementerian Keuangan RI. Dimana melalui lama resmi www.lelang.go.id. "Pendaftaran dan persyaratan lelang bisa dilihat melalui website resminya," jelas Nurlina.

Diketahui, lelang randis Pemprov Sulsel tersebut memasuki tahap kedua pelaksanaannya. Pada tahap pertama, berhasil dilelang sebanyak 13 unit kendaraan roda dua dan empat pada tanggal 9 April lalu. Pada lelang tersebut, Pemprov Sulsel menerima tambahan kas sebesar Rp807.300.000.

Kebijakan penghapusan aset melalui mekanisme lelang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Nurlina mengaku, hal dilakukan dalam rangka untuk optimalisasi pemanfaatan aset daerah.



(agn)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook