TOPIK TERPOPULER

UMI dan UCYP Pahang Malaysia Sepakati Kolaborasi Internasional

Tim SINDOnews
UMI dan UCYP Pahang Malaysia Sepakati Kolaborasi Internasional
Pimpinan UMI Makassar saat mengikuti konferensi video dengan UCYP Pahang Malaysia, Selasa (23/2/2021). Foto: Humas UMI Makassar

MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar pertemuan dengan University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia melalui konferensi video via zoom, Selasa (23/2/2021).

Dalam pertemuan ini didiskusikan perihal implementasi kerja sama antara UMI dan UCYP Malaysia.



Baca juga: UMI Masuk Deretan 100 Perguruan Tinggi Islam Terbaik di Dunia Versi Unirank

Dalam sambutannya, Rektor UMI, Prof Basri Modding mengaku bahagia dan gembira bisa silaturahmi dengan pimpinan UCYP, Malaysia.

"Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan baik dengan UCYP Pahang, Malaysia yang dapat memberikan nilai positif dalam pengembangan UMI," kata Rektor dalam siaran persnya kepada SINDOnews.

"UMI selalu ingin melakukan inovasi dan alhamdulillah hari ini dapat berkomunikasi dengan pimpinan UCYP Pahang, Malaysia yang tentunya akan dapat melahirkan inovasi baru dalam meningkatkan kualitas baik sumber daya manusia maupun pengakuan dari masyarakat untuk kedua belah pihak," harap Rektor.

Dalam kesempatan yang sama, Vice Chancellor UCYP, Prof Emeritus Dato Dr Ahmad Bin Haji Zainuddin mengungkapkan, dalam pertemuan ini didiskusikan perihal mekanisme pertukaran mahasiswa antara UMI dan UCYP, serta menawarkan beasiswa penuh buat dosen UMI untuk melanjutkan studi Ph.D di UCYP Malaysia.



Baca juga: UMI Siap Dukung Pemerintah Membangun Sulsel

"Kami juga tertarik untuk mengadakan kerja sama terkait bidang Ilmu Perikanan dan Pertanian, dengan membentuk Internasional Food Center sehingga UMI dan UCYP dapat berkolaborasi sehingga menemukan solusi dan ide baru dalam memenuhi pangan Indonesia dan Malaysia," kata Dato Dr Ahmad.

"Kami sangat berharap MoU yang telah disepakati bersama dapat terealisasi dengan baik dan memungkinkan dapat memunculkan ide-ide baru yang dapat lebih memperkuat kedua institusi kita," harapnya.

Deputy Vice Chancellor Academic Advancement & Quality Assist, Prof Ts Dr Hafizan Binti Mat Som dalam kesempatan itu lebih jauh memperkenalkan program studi di UCYP untuk ditawarkan kepada UMI dalam melakukan pertukaran mahasiswa.

Di akhir paparannya Dr Hafizan juga menawarkan 7 poin kolaborasi tambahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Baca juga: 2 Oknum Dosen UMI Baku Pukul di Depan Mahasiswa

Wakil Rektor 1 UMI, Dr Hanafi Ashad menanggapi bahwa dalam segi dosen, di UMI memiliki kualifikasi pendidikan minimal bergelar magister, maka yang berpotensi untuk melanjutkan atau mendapatkan beasiswa di UCYP yang akan melanjutkan di program doktor atau Ph.D.

"Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir UMI tidak lagi menerima calon dosen dengan kualifikasi magister melainkan diharuskan berkualifikasi doktor atau S3," kata Hanafi Ashad.

Wakil Rektor V UMI, Prof Dr HM Hattah Fattah menambahkan, mahasiswa IV atau V untuk selanjutnya diwajibkan untuk mengambil kuliah di prodi lain berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan perihal “Kampus merdeka, merdeka belajar” sehingga diharapkan, melalui kerja sama ini mahasiswa tersebut dapat mengikuti program kredit transfer di UCYP Malaysia.

Selain itu UMI pada tahun ajaran 2021/2022 akan menyelenggarakan kelas internasional untuk prodi Manajemen, Akuntansi, Hukum, Farmasi, dan Profesi Kedokteran. UCYP akan menjadi salah satu perguruan tinggi mitra. Dalam menyambut program double degree akan diawali penyetaraan kurikulum. Dengan demikian, mahasiswa UMI berpeluang mendapatkan gelar ganda dari UMI dan UCYP. Penyetaraan kurikulum menjadi penting dalam pelaksanaan kampus merdeka, merdeka belajar.

Baca juga: Versi Webometrics, UMI PTS Terbaik di Luar Pulau Jawa

Guru Besar Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan UMI tersebut juga menambahkan, kolaborasi dosen juga dapat ditingkatkan dengan melakukan penelitian bersama serta dosen dari kedua belah pihak dengan menjadi pembimbing atau promotor bagi mahasiswa doktor.

"Kami harapkan dengan implementasi MoU tersebut dapat lebih meningkatkan kualitas kedua institusi dan dalam waktu dekat kerja sama ini dapat terealisasi segera," katanya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!