alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jeanine Anez Nyatakan Diri Sebagai Presiden Sementara Bolivia

Agus Nyomba
Jeanine Anez Nyatakan Diri Sebagai Presiden Sementara Bolivia
Senator Bolivia Jeanine Anez setelah dia menyatakan dirinya sebagai Presiden Sementara Bolivia, di balkon Istana Kepresidenan, di La Paz, Bolivia 12 November 2019. Foto: REUTERS

LA PAZ - Jeanine Anez, Kepala Senat Bolivia, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Bolivia di Kongres pada hari Selasa, (12/11/2019) waktu setempat.

Pada penyataan tersebut kondisi legislatif tidak kuorum untuk mengangkatnya, karena diboikot oleh legislator dari partai sayap kiri mantan Presiden Evo Morales.

"Setelah tidak adanya presiden dan wakil presiden, sebagai pimpinan Senator, saya langsung mengambil alih kepresidenan sebagai yang diamanahkan tatanan konstitusional," kata Anez, lawan sayap kanan Morales dilansir dari Al Jazeera, Rabu, (14/11/2019), yang langsung dapat tepuk tangan dari anggota parlemen oposisi.



Tidak jelas apakah langkah itu akan memadamkan kerusuhan di ibukota dataran tinggi, La Paz, dan kota-kota lain yang dilepaskan oleh upaya Morales yang dipersengketakan untuk masa jabatan keempat. Rekaman video pada hari Selasa menunjukkan polisi memerangi pendukung Morales di kota Cochabamba dan menutupi para pengunjuk rasa yang menyerukan perang saudara.

Morales, yang berusaha mengubah Bolivia sebagai presiden pribumi pertamanya, mendarat di Meksiko pada Selasa berjanji untuk mempertahankan "pertarungan" politiknya setelah mengundurkan diri menyusul protes massa terkait pemilihan 20 Oktober yang disengketakan.

Morales menyebut langkah Anez untuk menggantikannya sebagai bagian dari "kudeta paling licik dan petaka dalam sejarah" sementara seorang senator dari partainya menyerukan protes mulai Selasa hingga ia kembali untuk menyelesaikan mandatnya pada Januari.

Jet tempur militer berulang kali terbang di atas La Paz dalam unjuk kekuatan yang membuat geram loyalis Morales yang diblokir oleh pasukan keamanan agar tidak berbaris ke alun-alun utama kota.

"Kami tidak takut!" teriak demonstran, yang percaya pemindahan Morales tidak hanya kudeta tetapi juga tindakan diskriminasi terhadap masyarakat adat Bolivia.

"Evo seperti ayah bagi saya. Kami memiliki suara, kami memiliki hak," kata Maria Apasa, 35 tahun dilansir dari Al Jazeera, Rabu, (13/11/2019). Seperti Morales, dia adalah anggota kelompok adat Aymara.

Pawai tersebut menyusul berminggu-minggu bentrokan dan protes terhadap Morales, yang dituduh oleh banyak penentangnya menjadi semakin otoriter dan mencurangi pemilihan. Pengunduran dirinya pada hari Minggu menyebabkan kekosongan kekuasaan di negara Andes.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook