alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Begini Solusi yang Dinilai Bisa Atasi Banjir di Kabupaten Sinjai

Irman Bagoseng
Begini Solusi yang Dinilai Bisa Atasi Banjir di Kabupaten Sinjai
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, A Syarif. Foto: Sindonews/Irman Bagoseng

SINJAI - Kabupaten Sinjai merupakan salah satu daerah yang langganan banjir tiap tahun, sehingga dibutuhkan langkah strategis menangani hal tersebut.

Kondisi ini mendorong Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, A Syarif, membuat kajian untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bahkan A Syarif, telah menjadi pembicara dalam rapat pleno forum Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Jenneberang, di Hotel Kirei Kabupaten Bantaeng, Selasa (12/11/19).



Ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (13/11/2019) Kabid SDA PUPR Kabupaten Sinjai itu menuturkan, forum tersebut dihadiri seluruh pengurus TKPSDA se-Sulawesi Selatan, dan menjelaskan TKPSDA Wilayah Sungai Jenneberang adalah forum tertinggi pengelolaan sumber daya air di Sulsel yang diangkat oleh Menteri PUPR, membantu dalam pengelolaan sumber daya air.

Dalam Forum tersebut bapak tiga anak itu menuturkan beberapa faktor yang menyebabkan Sinjai kerap banjir.

"Banjir di kota sinjai pada musim penghujan disebabkan beberapa faktor, pertama kota Sinjai diapit oleh DAS (Daerah Aliran Sungai) Tangka, DAS Mangottong dan Bontompare yang membelah kota," katanya.

Untuk faktor kedua kata dia, geografis kota Sinjai yang berbentuk cekung sehingga menjadi tempat genangan air.

"Ketiga daratan Sinjai berada di bawah permukaan air laut, sehingga pada saat curah hujan tinggi dan pasang air laut bertemu maka banjir akan meluap dipermukaan," jelasnya.

Selain menuturkan faktor banjir yang kerap mengepung kota Sinjai, Suami Nita Septiani itu juga menjabarkan langkah-langkah strategis
mengurai banjir di Kota berjuluk Panrita Kitta berdasarkan hasil kajian pengendalian bencana.

Dari hasil kajiannya, A Syarif mengatakan, perlu ada bangunan bendungan di hulu sungai Mangottong, kedua pembangunan kolam detensi/embung di hulu sungai Bontompare untuk memperlambat laju air dari sungai Bontompare, ketiga normalisasi sungai Bontompare dan beberapa titik drainase dan pengaturan pengaliran air (Dekker) di perkotaan.

Lanjut Syarif katakan beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu reboisasi di bagian hulu sungai mitigasi bencana dan sirine di titik rawan bencana.

Kabid SDA Dinas PUPR Sinjai dalam forum tersebut Ia berharap agar isu-isu dan penanganan banjir yang telah disampaikan Selasa lalu di Hotel Kirei Bantaeng dapat menjadi masukan kepada forum untuk bahan pertimbangan dan direkomendasikan kepada Kementerian PUPR untuk pengendalian banjir di Kabupaten Sinjai agar menjadi prioritas utama.

"Semoga hasil kajian yang kami paparkan di Forum tersebut, dijadikan pertimbangan dan dapat rekomendasi dari Kementrian PUPR untuk pengendalian Banjir di Sinjai," ungkapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook