alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BPBD Luwu Timur Gelar Sosialisasi Daerah Rawan Bencana

Fitra Budin
BPBD Luwu Timur Gelar Sosialisasi Daerah Rawan Bencana
BPBD Luwu Timur saat menggelar sosialisasi kebencanaan. Foto: Sindonews/Fitrah Budin

LUWU TIMUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi dearah rawan bencana yang dipusatkan di Aula Kecamatan Angkona, Rabu (13/11/2019).

Apalagi Wilayah Kabupaten Luwu Timur sendiri masuk dalam daerah rawan bencana.

Mewakili Bupati Luwu Timur, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Timur Zabur mengatakan secara Nasional Luwu Timur masuk zona merah daerah rawan bencana.



"Khusus di Wilayah Angkona, potensi bencana longsor yang mendominasi," ujarnya.

Di samping rawan bencana, kata Zabur, wilayah Luwu Timur juga merupakan daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.

Oleh karena itu, lanjut Zabur, sosialisasi daerah rawan bencana ini penting dilakukan agar pembangunan infrastruktur juga tetap memperhatikan aspek kebencanaan.

"Potensi curah hujan ke depan akan tinggi. Wilayah Ussu akan sangat rawan karena terjadi perubahan bentuk aliran sungai akibat aktivitas masyarakat," ujarnya.

Hal tersebut, kata Zabur, harus mampu diantsipasi lebih awal karena perubahan bentuk aliran sungai yang ada telah dibuat lurus dan tidak berkelok-kelok sesuai bentuk alamiahnya.

Apalagi bentukan sungai baru ini lebih kecil dari aliran sungai sebelumnya.
"Jika hal ini tidak segera dibenahi tentu akan menimbulkan kerawanan jika curah hujan tinggi. Luapan air bisa lebih deras dan akan berpotensi mengakibatkan bencana banjir," tambahnya.

Zabur menambahkan, sosialisasi daerah rawan bencana ini sangat penting agar masyarakat memahami dengan baik potensi bencana yang ada di wilayahnya.

"Patut dipahami penanganan bencana merupakan tangguh jawab bersama antara pemerintah dan stakeholder sehingga perlu diberikan pemahaman tentang kesiapsagaan bencana," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsagaan BPBD Amri Mustari dalam laporannya mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami jenis-jenis bencana dan melakukan langkah antisipasi dan kesiapsagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Peserta yang terlibat, kata Amri sebanyak 150 orang dari 5 Kecamatan yakni Angkona, Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha. Untuk hari pertama dipusatkan di Kecamatan Angkona bagi warga Angkona dan Malili, sementara hari kedua dipusatkan di Kecamatan Wasuponda mencakup peserta Wasuponda, Towuti dan Nuha.

"Narasumber materi sosialisasi ini dari Basarnas, Manggala Agni dan dari BPBD sendiri," ungkapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook