alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Makassar Anggarkan Gaji Tenaga Kontrak Rp400 Miliar

Vivi Riski Indriani
Pemkot Makassar Anggarkan Gaji Tenaga Kontrak Rp400 Miliar
Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran Rp400 miliar untuk gaji honorer. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar manaruh perhatian lebih terhadap kesejahteraan tenaga kontrak. Anggaran sebesar Rp400 miliar dialokasikan pada APBD 2020, khusus untuk gaji ribuan tenaga kontrak.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Hadija Iriani mengatakan, ada dua opsi penggajian untuk tenaga kontrak, yakni Rp1,5 juta per bulan dan masih boleh menerima honor kegiatan atau flat Rp3 juta per bulan.

"Kalau Rp3 juta per bulan, itu mereka tidak boleh lagi honor kegiatan, jadi flat. Tapi itukan masih opsi belum final," jelasnya.



Alokasi anggaran ini, bahkan telah dimasukkan dalam draft kebijakan umum anggaran prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020.

"Pasti dimasukkan dalam KUA-PPAS, kalau tidak darimana mau dibayar?. Anggarannya kan besar Rp400 miliar," ucapnya.

Meski begitu, Iriani menyebutkan, besarnya anggaran yang dialokasikan tidak mengganggu belanja publik. Sebab, porsi anggaran yang disiapkan tahun depan tetap mengacu pada pelayanan publik, yakni 60% untuk belanja langsung dan 40% untuk belanja tidak langsung.

"Jadi 60% ini murni kegiatan, tidak ada lagi honor didalamnya, ATK rasional, makan minum, perjalanan dinas, dan cetak mencetak. Jadi, tidak terganggulah karena kita berusaha belanja publik tetap nomor satu," ungkapnya.

Menurut Iriani, pemkot akan melakukan rasionalisasi kebutuhan tenaga kontrak di setiap SKPD. Misalnya, dalam satu SKPD kebutuhan pegawainnya hanya 17 orang. Sedangkan ASN yang dimiliki hanya delapan, sehingga kurangnya diisi oleh tenaga kontrak sesuai dengan kebutuhan.

"Jadi tidak boleh menambah, sekarang inikan diperintahkan untuk menyisir, jadi Rp400 miliar ini masih bisa berubah," tandasnya.

Sekretaris Daerah Kota Makassar M Ansar memastikan gaji tenaga kontrak naik pada 2020 mendatang. Meski begitu, dia belum bisa memastikan besaran kenaikannya. Sebab, saat ini masih ada dua opsi penggajian yaitu Rp1,5 juta per bulan atau Rp3 juta per bulan.

"Kalau Rp1,5 juta mereka masih dapat honor kegiatan, tapi kalau Rp3 juta itu tidak ada lagi honor, baik kegiatan maupun bulanan. Tapi itukan kita masih harus liat dulu bagaimana kemampuan daerah," paparnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook