alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Mahasiswa UMI, Polisi Kaji Penerapan Pasal Pembunuhan Berencana

Faisal Mustafa
Kasus Mahasiswa UMI, Polisi Kaji Penerapan Pasal Pembunuhan Berencana
Penyidik Polrestabes Makassar mengkaji penerapan pasal pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya mahasiswa UMI Makassar. Foto/SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar mengkaji penerapan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya mahasiswa UMI Makassar, Andi Fredy Akirmas (21). Kepolisian dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan kejaksaan terkait kemungkinan penerapan pasal tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengaku pihaknya mempertimbangkan penerapan pasal pembunuhan berancana lantaran pelaku ditengarai mempersiapkan senjata untuk menyerang korban. Sebilah badik yang dipakai menikam korban dibawa pelaku dari rumah.

"Ya nanti akan dikoordinasikan ke jaksa. Rencana mau ditetapkan pakai (Pasal) 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena dia (pelaku) dari rumah kan sudah bawa badik. Artinya ada niat," kata Indratmoko, saat rilis kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).



Dalam kasus ini, kepolisian diketahui sudah menetapkan tiga tersangka dengan keterlibatan yang berbeda-beda. Mereka masing-masing yakni Y (20), I (20) dan S (20). Y disinyalir menjadi eksekutor yang menikam Fredy hingga tewas. Adapun I dan S sebatas terlibat aksi penyerangan dan sempat menganiaya korban.

Kepolisian sejauh ini juga sudah mengantongi identitas dua pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan di sebuah kafe di dekat Kampus UMI Makassar, Selasa (12/11/2019) lalu. Keduanya disinyalir merupakan otak di balik aksi penyerangan berdarah tersebut.

Indratmoko menjelaskan ketiga tersangka yang sudah diamankan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Namun, khusus untuk Y yang ditengarai menikam korban dengan badik dijerat pasal tambahan yang lebih berat.

"Kalau yang eksekutor ditambah Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ditambah Pasal 351 KUHP ayat 1 mengakibatkan luka sama ayat 3 mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," terangnya.

Penangkapan terhadap tiga tersangka ini, Indratmoko menjelaskan dilakukan mulai Selasa-Rabu (12-13/11/2019). Mulanya, polisi meringkus I dan S di sebuah indekos di Kota Makassar. Setelahnya, aparat melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Y di Kabupaten Barru.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook