alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Berkedok Syariah, Pengembang Perumahan di Maros Diduga Tipu Warga

Najmi Limonu
Berkedok Syariah, Pengembang Perumahan di Maros Diduga Tipu Warga
Sejumlah warga tergiur oleh penawaran perumahan berlabel syariah. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAROS - Aksi unjuk rasa dilakukan puluhan warga yang menjadi korban perumahan fiktif di depan kantor Polres Maros, Kamis (14/11/2019).

Mereka menuntut penyidik segera menetapkan tersangka kasus penipuan berkedok syariah yang merugikan lebih dari 600 calon pembeli di Kecamatan Mandai, Maros, tersebut.

Salah seorang nasabah dari Makassar, Nita mengaku telah menyetor sekitar Rp139 juta untuk 11 unit rumah ke pihak PT. Amanah Rezkita sebagai pengembang. Namun, hingga kini rumah yang dijanjikan itu tidak pernah ada sampai pimpinan perusahaan, Syaiful melarikan diri.



"Saya akad itu sudah setahun lalu dan saya pesan 11 unit dan sudah saya DP dan saya cicil setiap bulan. Total uang saya yang masuk itu sebanyak Rp 139 juta termasuk cicilannya itu. Kami juga kecewa ke Polisi karena sampai sekarang kasusnya tidak jelas," katanya.

Menurut Nita, penyidik kepolisian terkesan lambat menangani kasus itu karena sudah diproses selama lebih dari lima bulan namun tidak ada kejelasan. Padahal, bukti transfer ke rekening perusahaan sudah jelas, termasuk siapa penanggung jawab perusahaan.

"Inikan sebenarnya tidak susah. Bukti transfer ada, terus fisik rumah juga tidak ada. Penanggung jawab perusahaan juga sudah jelas. Biar pun itu Syarif lari, tapi kan orang-orangnya semua masih ada dan salah satunya itu direktur keuangan," tambahnya.

Tidak sedikit warga yang tergiur oleh penawaran perumahan berlabel syariah tersebut. Total, 651 nasabah telah membayar uang muka sebesar Rp5 juta per orang. Semua nasabah ini juga telah membayar angsuran setiap bulan dengan jumlah bervariasi, dari Rp750 ribu hingga Rp3 juta sesuai perjanjian.

"Hanya, belakangan diketahui nomor rekening tempat mereka menyetor itu bukan milik perusahaan tapi nama orang yang mirip dengan perusahaan," ungkapnya lagi.

Dengan metode syariah, perusahaan memasarkan rumah dengan DP dan angsuran yang sangat ringan tanpa melalaui prosedur perbankan seperti pada umumnya. Selain tanpa bunga, perusahaan tak menarik bea atas keterlambatan pembayaran angsuran.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Maros, IPTU Hendra Mangera mengatakan, kasus dugaan penipuan itu masih terus dilanjutkan. Bahkan, tiga laporan yang diterima oleh pihaknya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, meski belum ada seorangpun yang jadi tersangka.

"Kita sudah mendatangi TKP dan kantor, mengamanakn dokumen. Pemeriksaan kepada saksi korban dan administrasi, marketing dan bendahara, Rahmadi juga sudah diperiksa. Statusnya sudah penyidikan," tandasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook