alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rayakan Keberagaman Hayati dan Budaya Indonesia di Wallacea Week 2019

Agus Nyomba
Rayakan Keberagaman Hayati dan Budaya Indonesia di Wallacea Week 2019
Wallacea Week 2019 akan digelar di Kota Makassar pada 23-28 November mendatang. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Pernahkah terpikirkan bahwa orang Indonesia tidak ada yang benar-benar asli Indonesia, atau pola perkawinan hewan dapat menunjukkan tingkat kerusakan ekosistem? Fakta-fakta menarik ini akan diulas dalam Wallacea Week 2019, sebuah festival penuh inspirasi, edukasi, dan karya seni untuk merayakan keberagaman hayati dan budaya Indonesia.

Acara ini akan memeriahkan Kota Makassar pada tanggal 22-28 November 2019 dan diagendakan dibuka oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins. Wallacea Week diketahui terinspirasi oleh The Malay Archipelago, buku fenomenal karya naturalis Inggris Alfred Russel Wallace yang mendokumentasikan keunikan flora, fauna, dan budaya di Asia Tenggara, termasuk bagian timur nusantara yang kini dikenal sebagai Kawasan Wallacea.

Memperingati 150 tahun buku The Malay Archipelago, Wallacea Week 2019 dihelat di Makassar untuk membawanya lebih dekat ke salah satu kota yang menjadi sumber inspirasi buku tersebut. Mengusung tema ‘Merawat Wallacea, Merawat Indonesia’, Wallacea Week 2019 bertujuan untuk merayakan keberagaman hayati dan budaya Indonesia.



Selain itu, ajang ini juga diharap mampu menginspirasi masyarakat untuk merawat lingkungan, serta membangun minat anak muda untuk terus mengeksplorasi dan mendalami ilmu pengetahuan seperti sosok A.R. Wallace. Merangkul sebanyak mungkin kalangan, terutama kaum muda, dalam menginterpretasikan karya-karya A.R. Wallace senantiasa menjadi semangat Wallacea Week. Masyarakat umum dapat menikmati seluruh rangkaian acara pameran, bincang-bincang, pemutaran film, teater, musik, hingga simposium ilmiah dengan gratis.

Direktur British Council Indonesia, Paul Smith, mengatakan Kawasan Wallacea membuktikan bahwa Indonesia sangat kaya akan keberagaman dan merupakan rumah bagi begitu banyak keanekaragaman hayati dan warisan
budaya.

"Kami bangga dapat kembali berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam Wallacea Week 2019 di Makassar, salah satu kota terbesar di wilayah Wallacea, untuk kembali merayakan keberagaman Indonesia dan menginspirasi kaum muda untuk terus menekuni ilmu pengetahuan dan mendorong kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Inggris," kata dia, dalam keterangan persnya kepada SINDOnews, Jumat (15/11/2019).

Dewan Pembimbing Yayasan Wallacea yang juga ketua AIPI periode 2008-2018, Prof. Sangkot Marzuki, menambahkan hingga kini Kawasan Wallacea diakui dunia sebagai laboratorium alam dengan ekologi yang paling beragam.

"Teori evolusi pun lahir di kawasan ini. Acara Wallacea Week diharapkan dapat menyegarkan ingatan kita tentang nilai penting Kawasan Wallacea bagi Indonesia dan mengembangkan pengetahuan tentang biodiversitas yang dirintis oleh A.R Wallace, seorang sosok yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah keilmuan Indonesia dan dunia,” tuturnya.

Potongan-potongan pemikiran Wallace tentang teori evolusi dan cuplikan The Malay Archipelago dapat disimak di Pameran Wallacea yang akan digelar di Nipah Mall, 23-28 November 2019. Pameran ini juga mengkontekstualisasikan peninggalan A.R. Wallace dengan berbagai potensi dan tantangan Kawasan Wallacea masa kini seperti deforestasi, perburuan satwa, kekayaan laut serta menghadirkan potret mereka yang berkarya untuk Wallacea di bidang lingkungan, seni, dan budaya.

Pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni sensorik yang interaktif dari rekaman suara-suara di bentang alam Indonesia, melihat pembuatan tenun dan kriya, serta mencicipi pangan nusantara.

Adapun acara bincang-bincang di Universitas Hasanuddin, 27 November 2019, akan menghadirkan para pembicara kebanggaan Indonesia. Di antaranya yakni Riri Riza (Sutradara), Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud), Prof. Jamaluddin Jompa (Dekan Universitas Hasanuddin), Helianti Hilman (Pendiri Javara), Dinny Jusuf (Pendiri Torajamelo), Anneke Prasyanti (Arsitek, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Sheherazade (Peneliti, World Conservation Society).

Selain itu, turut pula hadir Rudi Putra (National Geographic Fellow), Dr. Berry Juliandi (Dosen IPB, Sekjen ALMI), Dicky Senda (Penulis, Pendiri Lakoas Kujawat), Aris Prasetyo dan Luki Aulia (Jurnalis Kompas, Tim Ekspedisi Wallacea), Prof.Herawati Sudoyo (pakar DNA forensic, Eijkman Institute), serta pembicara dari Inggris Dr John van Wyhe (British
historian of science).

Wallacea Week 2019 diketahui terselenggara atas inisiasi British Council bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Riset dan Teknologi RI, Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, serta didukung oleh berbagai mitra di Makassar seperti Nipah Mall, Rumata ArtSpace, dan Universitas Hasanuddin.



(tyk)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook