TOPIK TERPOPULER

70% Pasangan Suami Istri di Kota Palopo Jadi Peserta KB

Chaeruddin
70% Pasangan Suami Istri di Kota Palopo Jadi Peserta KB
Farid Kasim Judas bersama Wali Kota Palopo, Judas Amir dalam rapat koordinasi optimalisasi kinerja program bangga kencana Kota Palopo tahun 2021 di auditorium Saokotae, Kamis (25/2/2021). Foto: SINDOnews/Chaeruddin

PALOPO - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo optimistis, program bangga kencana akan berjalan sukses di Kota Palopo untuk tahun anggaran 2021.

Akhir Februari tahun ini, angka peserta keluarga berencana (KB) di Kota Palopo sudah mendekati target, yakni sudah sekitar 70 persen dari jumlah pasangan suami istri (pasutri) di Kota Palopo saat ini.



Baca juga: Palopo Jadi yang Pertama Jalankan Program Bangga Kencana di Indonesia

Olehnya itu, Kepala DPPKB Kota Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ), terus mendorong jajarannya beserta mitra kerja mereka untuk menyukseskan program nasional bangga kencana.

Ini disampaikan FKJ dalam rapat koordinasi (rakor) optimalisasi kinerja program bangga kencana Kota Palopo tahun 2021 di auditorium Saokotae, Kamis (25/2/2021).

FKJ menyampaikan bahwa, pemerintah ingin mendorong, memotivasi agar para kader bisa lebih memahami tugas dan fungsinya sebagai kader.

"Sampai saat ini capaian kita sudah 70% untuk data para akseptor yang ada di masing-masing kelurahan. Saya harap, para kader kita tidak hanya berfikir sampai di situ, namun terus berusaha meningkatkan capaian saat ini," ujarnya.



"Selajutnya kita akan lakukan pembinaan setelah jadi akseptor, data kita harus kongkretkan, perlu juga dikategorikan yang mana keluarga mampu dan yang mana keluarga yang tidak mampu. Ini penting agar program pendukung bangga kencana yang dilakukan Pemkot Palopo bisa terlaksana dan tepat sasaran," lanjutnya.

Baca juga: DPPKB Kota Palopo Akan Fokus Awasi Balita Gizi Kurang

Setelah dilakukan pendataan kata FKJ, akan ada pembinaan lanjutan yang akan dilaksanakan untuk keluarga dari berbagai masalah. Pasangan usia subur kata dia, tentu memiliki berbagai problem, yang paling umum adalah masalah ekonomi. Tinggal nantinya kata dia, dikualifikasikan mana akseptor kualifikasi ekonomi baik, sedang, dan ekonomi lemah.

"Karena berbagai program kita betul-betul disebabkan karena faktor ekonomi, kita semua ini bagian dari pemerintah yang bertugas untuk memberikan edukasi kepada warga mari kita bersama-sama membangun kolaborasi tim bersama dengan seluruh OPD," terangnya.

Menurut Farid, esensi ikut KB adalah bagaimana memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi keluarga BKKBN, dari pusat sampai daerah, bukan hanya berbicara mengenai akseptor tapi juga penuntasan kemiskinan yang jadi urusan bersama.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan, terkait kendala yang dihadapi di lapangan, Pemkot Palopo selalu siap membantu warga, salah satunya terkait dengan BPJS.

Baca juga: DPPKB Palopo Gandeng PKK dan Dharma Wanita Tingkatkan Penggunaan Akseptor KB

"Yang ingin memiliki BPJS, daftarkan diri, penuhi syaratnya, pemerintah akan bantu, tidak akan ada penduduk Kota Palopo yang tidak dilayani. Begitupun juga jika ada warga yang ingin berobat telepon saja layanan kesehatan JA, petugasnya akan datang di sana sudah ada dokter, perawat yang menangani sehingga tidak perlu lagi dibawah ke rumah sakit jika masih bisa dirawat di rumah," ujar Judas Amir.

Wali Kota Palopo dua periode ini dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, agar masyarakat yang belum menerima bantuan dapat melapor ke kantor lurah.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!