alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Pasar Jeneponto

Faisal Mustafa
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Pasar Jeneponto
Penyidik Subdit III Tipikor Dirkrimsus Polda Sulsel menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat Kabupaten Jeneponto. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Penyidik Subdit III Tipikor Dirkrimsus Polda Sulsel menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat Kabupaten Jeneponto.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan tersangka masing-masing berinisial SA dan RS selaku pengawas perencana, serta MT dan HR selaku pelaksana proyek.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena bertindak melawan hukum yaitu melakukan intervensi proses lelang serta mengurangi volume pekerjaan pembangunan pasar rakyat tersebut.



"Modusnya mereka ini intervensi proses lelang dan mengurangi volume pekerjaan. Akibatnya, kerugian negara mencapai Rp800 Juta, sesuai audit kerugian negara," tegasnya kepada SINDONews, Sabtu (16/11/2019).

Penetapan tersangka tersebut kata Ibrahim dilakukan usai gelar perkara kasus dugaan korupsi proyek pasar rakyat yakni, Pasar Lassang-lassang, Pasar Paitana, dan Pasar Pakubulo yang menelan anggaran sebesar Rp3,7 M diambil dari dana DAK.

Dalam kasus ini, penyidik Tipikor Polda Sulsel telah melakukan pemeriksaan sebagai saksi sebanyak 15 orang. Diantaranya adalah Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir. Tak tanggung-tanggung, Wabup Jeneponto keluar masuk dari Polda Sulsel karena telah tiga kali menjalani pemeriksaan.

Yaris pun diperiksa dalam rangka mendalami perannya terkait dengan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Jeneponto saat pasar rakyat itu dibangun.

Kendati demikian, Wakil Bupati Jeneponto itu, sebut Ibrahim masih berstatus saksi, dimana peranannya masih didalami penyidik. "Yang lain sedang didalami, nanti kita info lagi," tuturnya.

Kasus tersebut telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan oleh penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel sejak Senin, 24 Juni 2019 lalu. Saat itu penyidik menemukan tindakan melawan hukum yang dapat merugikan negara yang modusnya pengaturan pemenang lelang.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook