alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Luwu Utara Belajar Pengelolaan Pasar di Luwu

Chaeruddin
Pemkab Luwu Utara Belajar Pengelolaan Pasar di Luwu
Rombongan dari Pemkab Luwu Utara saat melakukan studi tiru di Pemkab Luwu. Foto: Sindonews/Chaeruddin

LUWU - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kabupaten Luwu Utara, belajar cara pengelolaan pasar yang baik dan benar di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

Bukan hanya pengaturan pedagang, rombongan sejumlah OPD dari Luwu Utara juga mencari tau seperti apa pengelolaan PAD, perencanaan pembangunan pasar yang telah diterapkan Kabupaten Luwu selama ini.

Rombongan OPD dari Pemkab Luwu Utara ini, antara lain, Sekretairs Disperindag, Mansyur, Sekretaris Bapenda, Kabid Retribusi Bapenda, Kasubid Retribusi Bapenda, beberapa Kepala UPTD Pasar di Luwu Utara dan Koordinator Pasar Sabbang.



Rombongan studi tiru Luwu Utara disambut oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Wahida. Mereka secara langsung melihat di lapangan pengelolaan sejumlah pasar di Luwun diantaranya Pasar Suli.

Wahida, menjelaskan pengelolaan pasar di Luwu melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Bapenda.
"Masing-masing memiliki peran sesuai tupoksi mereka," ujarnya.

Kadis Perdangan Luwu, menjelaskan situasi sulit dalam membentuk sebuah pasar adalah perpindahan pedagang.
"Jika lokasi pasar lama dengan pasar baru ini yang sulit," katanya.

Lebih jauh Wahida, menjelaskan bahwa pemindahan pedagang merupakan salah satu pekerjaan tersulit. Alasan pedagangan juga ada benarnya, pasar lama sudah dikenal masyarakat.

"Sehingga pemerintah tidak boleh lepas tangan dalam membantu akses ke sebuah pasar baru. Contoh Pasar Baru Belopa. Pemindahan pedagang sempat menuai protes dari sejumlah pedagang. Apa lagi awal-awalnya Pasar Baru Belopa sepi, sekarang berkat kerjasama sejumlah OPD pasar ini sudah sangat ramai," ujarnya.

Bukan hanya itu, termasuk Pasar Tradisional Bua. Ratusan pedagang bahkan awalnya tidak mau menempati kios dan lods yang diberikan pemerintah.

"Kita sempat gratiskan satu tahun pertama, namun hanya beberapa pedagang yang menempati. Setelah pemerintah berupaya keras dibantu pemerintah kecamatan akhirnya Pasar Tradisional Bua sudah sangat ramai bahkan baru saja dilakukan penambahan lods," ujarnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook