alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Markas Mapala UMI Makassar Dibakar, Begini Kronologisnya

Faisal Mustafa
Markas Mapala UMI Makassar Dibakar, Begini Kronologisnya
Sekretariat alias Markas Mapala UMI yang sudah dibekukan dibakar OTK. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Sejumlah orang tidak dikenal melakukan penyerangan ke Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, pada Senin (18/11/2019) sore. Mereka melakukan perusakan di Fakultas Hukum dan membakar Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Makassar, Prof Dr Laode Husen, membenarkan insiden tersebut. Ia juga menjelaskan Mapala UMI sendiri sebenarnya sudah dibekukan. Artinya, bangunan yang dibakar merupakan eks Markas Mapala UMI.

Laode Husen menjelaskan kronologis aksi anarkistis itu bermula dari unjuk rasa di depan Rektorat UMI dan Mapolrestabes Makassar. Para pelaku diperkirakan mencapai ratusan orang masuk dari luar kampus yang berlanjut pada aksi anarkistis. Aksi perusakan dan pembakaran diperkirakan terjadi pukul 15.30 WITA.



"Betul, dugaannya massa sempat berdemo di Rektorat UMI dan Mapolrestabes. Tuntutannya meminta UKM Mapala ini dibubarkan, tapi nomenklatur itu kita tidak pakai, yang ada nomenklatur dibekukan, termasuk pengurusnya termasuk kegiatannya dan dilarang berkegiatan mengatasnamakan UMI," terang dia.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, para pelaku menyerang secara membabibuta. Mereka melempari kaca gedung fakultas dan merusak kursi serta sepeda motor yang terparkir.

"Ya kalau saya liat tadi ada kaca-kaca di Fakultas Hukum, sama ada salah satu eks Sekretariat UKM Mahasiswa Pencinta Alam yang sudah dibekukan sejak tanggal 14 (November) lalu," terang dia.

Laode Husen menerangkan hingga kini belum bisa diidentifikasinya dari mana pelaku. "Belum terindentifikasi, apakah mahasiswa sini atau bukan, tapi saya yakin Insyaallah akan bisa teridentifikasi dan terungkap."

"Dari pihak kampus sudah jelas sikapnya untuk siapapun melanggar hukum itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku," sambung Laode Husen.

Ia melanjutkan pasca-aksi pembakaran tersebut, perkuliahan tetap akan berlangsung dan tidak ada libur bagi mahasiswa. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Rektorat UMi Makassar berkoordinasi dengan kepolisian dan aparat keamanan kampus.

"Saya kira dengan kejadian hari ini, pihak rektorat tidak ada kebijakan untuk meliburkan. Perkuliahan tetap berjalan seperti sedia kala. Untuk antisipasi saya tetap harap bantuan keamanan pihak kepolisian, dan pengamanan internal kita perketat, sampai kondusif," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook