alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Usai Dipenggal, Kepala Sampara Dilempar Pelaku Sejauh 7 Meter

Herni Amir
Usai Dipenggal, Kepala Sampara Dilempar Pelaku Sejauh 7 Meter
Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola saat merilis kasus pembunuhan sadis di Kecamatan Biringbulu, Senin (18/11/2019). Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Penyidik Polres Gowa terus melakukan pendalaman atas pembunuhan sadis dengan cara tebas leher hingga putus di Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa beberapa waktu yang lalu.

Selain telah mengambil keterangan pelaku berinisial HS (50 tahun), polisi juga telah meminta keterangan empat orang saksi masing-masing HL (47 tahun), HM (72 tahun), NR (59 tahun), dan CG (42 tahun).

Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengatakan, usai memenggal leher Sampara, HS lalu mengambil kepala korban, dan membuangnya sejauh 7 meter dari posisi tubuh Sampara. (Baca juga: 5 Fakta Kasus Penggal Kepala Gegara Sengketa Lahan di Gowa)



"Jadi pelaku mengayunkan sebilah parang ke leher korban hingga terputus. Untuk memastikan korban meninggal, pelaku membuang kepala Sampara," ungkapnya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Gowa, Senin (18/11/2019).

Peristiwa yang membuat nyawa Sampara (40 tahun) itu hilang seketika, terjadi pada Selasa 12 November 2019 lalu, sekitar pukul 07.30 di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Kapolres Boy, kejadian tersebut berawal saat Sampara bertanya kepada istri pelaku yang merupakan tantenya itu, terkait keberadaan HS.

Setelah Sampara mengetahui bahwa HS berada di bawah bukit memperbaiki saluran air, ia lalu menuju lokasi tersebut.

Sampara kemudian turun dari bukit sejauh 100 meter dari TKP lalu mengatakan kepada istri HS akan membunuh suaminya.

Saat Sampara tiba dan berjarak dua meter, dia lalu melempari HS dengan batu sebanyak lima kali. Batu yang dilempar Sampara mengenai kaki kanan serta kepala HS.

Akibat lemparan itu, HS terjatuh. HS kemudian mengambil parang yang ada di depannya dan terjadi perkelahian hingga keduanya terjatuh ke tanah.

Aksi nekat dengan menebas leher korban menggunakan sebilah parah, terjadi saat pelaku dan korban berhadapan dalam keadaan emosi memuncak.

"Saat pelaku dan korban berdiri dan berhadapan kemudian pelaku lebih dahulu membacok leher sebelah kiri dengan parang, kemudian menarik parang dari atas kebawah hingga leher korban terputus," jelas Kapolres.

Pelaku kini dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook