alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anggaran Belanja Pegawai Pemkot Makassar Disoroti Dewan

Vivi Riski Indriani
Anggaran Belanja Pegawai Pemkot Makassar Disoroti Dewan
DPRD Makassar menyoroti anggaran belanja pegawai Pemkot Makassar pada rapat pembahass KUA PPAS. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, mengkritisi meningkatnya anggaran belanja pegawai atau belanja tidak langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk APBD 2020.

Berdasarkan proyeksi anggaran yang tertuang dalam Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), anggaran belanja tidak langsung pemkot pada APBD 2020 sebesar Rp1,66 triliun, jumlah itu naik sebesar Rp436,51 miliar atau 35,66% jika dibandingkan APBD 2019 hanya Rp1,22 triliun.

Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan anggaran belanja langsung yang turun sebesar Rp610,59 miliar atau 20,09%. Pada APBD 2019 anggaran belanja langsung berkisar Rp3,03 triliun namun jumlah ini berkurang di APBD 2020 yang hanya Rp2,42 triliun.



Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) pembahasan KUA PPAS bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Makassar kemarin, Ketua Fraksi Partai Demokrat Abdi Asmara mempertanyakan kondisi anggaran yang tidak seimbang.

Pasalnya, anggaran belanja langsung untuk masyarakat menurun sedangkan disisi lain anggaran tidak langsung atau belanja pegawai justru meningkat.

"Saya lihat pendapatan daerah ditarget menurun, belanja langsung menurun, sementara belanja tidak langsung justru meningkat. Ini ada apa," tegas Abdi Asmara.

Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar ini juga menilai, bahwa APBD 2020 tidak berpihak kepada masyarakat, melainkan kepentingan pemerintah kota. Seharusnya, menurut dia dalam kebijakan usulan anggaran porsi anggaran yang berkaitan langsung dengan masyarakat harus lebih banyak.

"Kita harus berpikir kesejahteraan rakyat, bukan pegawai. Dalam kebijakan anggaran seharusnya belanja langsung porsinya banyak, 70% ke masyarakat," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Mario David. Legislator Partai NasDem ini menyayangkan postur anggaran APBD 2020 mengalami peningkatan pada belanja tidak langsung, sementara belanja langsung yang bersentuhan dengan masyarakat justru mengalami penurunan.

"Kita selalu menekankan bahwa uang rakyat harus dibelanjakan kembali untuk rakyat, bukan untuk menfasilitasi kita punya pegawai atau anggota dewan," tegasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook