alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

AS Akan Kembali Berlakukan Sanksi Pada Fasilitas Nuklir Iran

Agus Nyomba
AS Akan Kembali Berlakukan Sanksi Pada Fasilitas Nuklir Iran
Fasilitas Fordow tempat pengayaan uranium milik Iran yang mulai melakukan aktifitas. Foto: Foto AP/Kantor Presiden Iran

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan kembali memberlakukan sanksi terhadap fasilitas pengayaan uranium Fordow Iran, karena mulai melakukan pengayaan uranium.

"[Iran] Presiden [Hassan] Rouhani baru-baru ini mengumumkan bahwa Iran akan memulai kegiatan pengayaan uranium di fasilitas Fordow. Oleh karena itu, Amerika Serikat akan menghentikan sanksi pengabaian terkait dengan fasilitas nuklir di Fordow, efektif 15 Desember 2019," kata Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dilansir dari TASS, Selasa, (19/11/2019).

"Jumlah pengayaan uranium yang tepat untuk sponsor teror negara terbesar di dunia adalah nol," lanjut diplomat AS itu.



"Iran awalnya membangun Fordow sebagai bunker bawah tanah yang dibentengi untuk melakukan pekerjaan pengayaan uranium rahasia, dan tidak ada alasan yang sah bagi Iran untuk melanjutkan pengayaan di situs yang sebelumnya rahasia ini. Iran harus segera membatalkan aktivitasnya di sana," tegasnya.

"Tindakan terbaru Iran adalah satu lagi upaya jelas dalam pemerasan nuklir yang hanya akan memperdalam isolasi politik dan ekonomi dari dunia," kata Pompeo.

Pada 5 November, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa Teheran akan mengambil langkah selanjutnya untuk mengurangi komitmennya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dengan mengaktifkan sentrifugal di pabrik pengayaan uranium Fordow. Sesuai dengan JCPOA 2015, Iran harus memodernisasi pabrik Fordow di bawah pengawasan pengamat internasional.
Modernisasi yang direncanakan seharusnya membuat fasilitas ini tidak mungkin digunakan untuk keperluan militer. Pada hari berikutnya, agen ISNA melaporkan bahwa Iran mulai memompa gas ke sentrifugal di Fordow, yang menandakan tahap keempat pengurangan kewajiban Teheran di bawah JCPOA.

Kemudian, anggota pemerintah Iran mengatakan negara itu dapat meningkatkan kapasitas pengayaan uranium fasilitas menjadi 20%. Mereka juga mengatakan bahwa tidak lagi direncanakan untuk mengubah fasilitas menjadi pusat penelitian internasional.

Kesepakatan nuklir Iran 2015 membayangkan konversi Fordow dari fasilitas pengayaan uranium menjadi pusat penelitian. Kemudian, sebagai bagian dari kesepakatan, Rusia dan Iran mulai bekerja sama dalam proyek untuk mengubah Fordow menjadi pusat yang memproduksi isotop stabil untuk tujuan ilmiah.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook