alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tiga Eks Kader Urung Mendaftar di Penjaringan Demokrat

Ahmad Muhaimin
Tiga Eks Kader Urung Mendaftar di Penjaringan Demokrat
Penjaringan Partai Demokrat dilewatkan begitu saja oleh sejumlah kandidat. Mereka yang melewatkan umumnya mantan kader berlambang mercy tersebut. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Penjaringan Partai Demokrat dilewatkan begitu saja oleh sejumlah kandidat. Mereka yang melewatkan umumnya mantan kader berlambang mercy tersebut.

Sebut saja bakal calon bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Dia menegaskan urung mendaftar di bekas partainya. "Mungkin saya melewatkan saja dengan tidak mendaftar. Meski tim penjaringan membuka ruang pada saya untuk mendaftar," katanya.

Diketahui, Tomy merupakan Ketua DPC Demokrat Bulukumba periode sebelumnya. Dia bahkan diusung berpasangan dengan Sukri Sappewali oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu kala bertarung di Pilkada Bulukumba 2015 lalu dan menang.



Namun belakangan Tomy memilih hengkang dari Demokrat. Wakil Bupati Bulukumba ini berlabuh ke Partai Nasdem dan menjadi ketua.

Tak mendaftarnya Tomy di Demokrat, lantaran dia mendengar ultimatum dari pengurus DPD Demokrat Sulsel. Dimana eks kader partai yang ingin maju di Pilkada, memang akan dipersulit untuk diberikan rekomendasi.

"Saya menghargai suasana kebatinan dari pengurus Demokrat pada pernyataan sebelumnya. Ada signal yang dikirimkan oleh DPD pada beberapa nama yang tidak diinginkan di Demokrat," tuturnya.

Atas alasan itu, Ketua DPD Nasdem Bulukumba ini memilih untuk tidak mendaftar. “Saya kira daripada membuat kekeliruan baru, maka saya kembali menghargai posisi teman-teman di Demokrat," ujarnya.

Hal serupa juga dipilih oleh Victor Datuan Batara yang kembali maju di Pilkada Tana Toraja (Tator) 2020. Eks Ketua DPC Demokrat Tator ini juga mengurungkan niat untuk mendaftar di bekas partainya.

"Pak Ni'matullah (Ketua DPD Demokrat Sulsel) kan pernah melempar pernyataan. Bahwa Deeng Ical, Tomy dan saya, walau elektabilitasnya tinggi tetap tidak akan diusung," ujarnya.

Dari pernyataan itu, Wakil Bupati Tator ini mengklaim bahwa dirinya sudah diblacklist dari kandidat usungan Demokrat. Sehingga kata dia, mengikuti tahapan di partai itu hanya buang-buang waktu.

"Dari pada kita buang-buang energi saja dan kita ini juga sudah diblokir. Jadi untuk apa lagi kita mendaftar,” tegasnya.

Ketua DPD II Golkar Tator ini mengaku, meski tanpa Demokrat, dirinya masih memiliki partai beringin. Apalagi pihaknya berencana kembali berpaket dengan Ketua DPD Nasdem Tator, Nicodemus Biringkanae.

“Masih ada partai-partai lain. Dan kita juga sudah punya dua partai (Golkar dan Nasdem),” tandasnya.

Adapun Syamsu Rizal atau Deng Ical belum menentukan sikap di penjaringan Demokrat Makassar. Wakil Walikota Makassar ini ingin melihat situasi dan perkembangan terlebih dahulu.

“Kita belum tahu kalau itu. Nanti saja. Kita lihat situasi ya,” singkatnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook