alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Modus Baru, Pria Asal Batam Simpan Sabu di Dubur

Faisal Mustafa
Modus Baru, Pria Asal Batam Simpan Sabu di Dubur
Rilis percobaan penyelundupan narkoba jenis sabu di Mapolda Sulsel, Selasa (19/11/2019). Foto : SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Peredaran gelap narkotika lintas negara kembali berhasil digagalkan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Berkat informasi dari Bea Cukai Kota Makassar, sabu sebanyak 81 gram yang disimpan di dubur pelaku berinisial MR (39 tahun) warga Jalan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam berhasil diungkap.

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Makassar, Gusmiadirrahman mengatakan berawal dari kecurigaan pihaknya terhadap pelaku yang menumpang pesawat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Kota Makassar, pada Senin 30 September lalu, sekitar pukul 19.00 Wita.

"Penerbangan Air Asia, ketika tiba pelaku memunculkan gerak-gerik mencurigakan, makanya kita tahan, lalu kita periksa badan. Tetapi memang tidak ketemu. Namun kecurigaan kita ada barang yang disembunyikan di dalam badan jadi kita ingin bawa ke rumah sakit untuk kita X-ray," katanya saat rilis di Mapolda Sulsel, Selasa (19/11/2019).



Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan jajaran Ditresnarkoba Polda Sulsel untuk sama-sama membuktikan kecurigaan itu. MR dibawa ke Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putra Jalan Jend M Jusuf, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

"Dalam perjalanan, dua gulungan ampul berisi kristal sabu itu keluar dari duburnya. Mungkin karena udah lama dan mungkin dia juga agak tegang pas dalam perjalanan, pas keluar dia genggam itu (bungkusan sabu)," terangnya.

Mesti, bungkusan itu telah keluar, aparat kepolisian dan bea cukai tetap membawa pelaku ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi barang serupa di dalam tubuhnya dengan metode X-ray.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan MR mengaku barang tersebut dipesan oleh seseorang berinisial HN (38? di Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidrap dengan harga Rp70 Juta.

"Ini bandar internasional, jaringan Malaysia. MR beli seharga 4500 ringgit atau Rp 15 juta dan di jual ke HN. Pemesan ini kita tangkap di Parepare setelah dikembangkan Selasa, 1 Oktober," paparnya.

Dituturkannya, rencananya barang haram ini akan beredar di Kota Makassar melalui HN. Dari tangan HN diamankan uang tunai Rp 3 juta. Uang tersebut merupakan tanda jadi yang rencananya akan diberikan ke MR.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook