alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Sulsel Gagalkan Pengiriman Ganja 1 Kg Via Pos

Faisal Mustafa
Polda Sulsel Gagalkan Pengiriman Ganja 1 Kg Via Pos
Polda Sulsel merilis kasus pengiriman ganja via jalur pos, Selasa (19/11/2019). Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggagalkan peredaran ganja seberat 1 kilogram dengan modus memanfaatkan jasa pengiriman pada Senin 18 November.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berkat informasi yang diterima dari PT Pos Indonesia. Mereka mencurigai sebuah kiriman dengan pembungkus berwarna kuning dari Kota Medan.

"Awalnya pegawai kantor Pos menyampaikan ada barang yang dicurigai beratnya kurang lebih 1 Kg, dan setelah dicek isinya daun kering, batang kering, kuat dugaan itu ganja," terang Hermawan di Mapolda Sulsel, Selasa (19/11/2019).



Setelah menerima laporan tersebut, Polda Sulsel bersama Bea Cukai Makassar kemudian menindaklanjuti dengan melakukan control delivery ke alamat penerima berinisial ADR di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

"Isi bungkusannya kita uji lab dulu, ternyata positif terbukti barang tersebut adalah ganja. Kemudian kita lakukan penyelidikan lebih lanjut ke penerima barang, dengan melakukan control delivery. Alhamdulillah dapat tersangkanya langsung, kita tangkap di Tamalanrea," urai Hermawan.

Dari hasil interogasi, ADR mengaku mendapatkan barang tersebut dari Mr x di Medan. Ganja tersebut dipesan pada 10 November melalui sosial media Instagram seharga Rp6 Juta.

"Si Mr X ini nanya stok ganjanya si pelaku lewat DM Instagram. ADR mengaku sudah enam kali memesan barang. Jadi barang bukti ini langsung dari Medan (pengirimannya), kemungkinan besar dari Aceh," pungkasnya.

ADR mengaku, akan menjual ganja tersebut kepada seseorang di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

"Ganja kurang 1 Kg jual lagi ke pemesan lainnya di Luwu Timur. Dia jual seharga Rp 8 Juta," katanya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook