alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Festival Maudu Jolloro, Cara Warga Rammang-rammang Lestarikan Budaya Maulid

Najmi Limonu
Festival Maudu Jolloro, Cara Warga Rammang-rammang Lestarikan Budaya Maulid
Festival Maudu Jolloro di Sungai Puteh merupakan cara warga Ramang-rammang melestarikan budaya maulid. Foto-foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAROS - Sungai Puteh hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Jika pada hari biasa, Sungai Puteh yang merupakan salah satu akses menuju kawasan gugusan karst Rammang-rammang di Desa Baruga hanya diseberangi oleh perahu yang menanti calon penumpang di dermaga I, maka kali ini nampak berbeda.

Puluhan perahu tidak hanya menanti kunjungan penumpang saja, namun mereka justru mengangkut ember-ember yang dihiasi kertas dan telur warna-warni yang akan digunakan untuk perayaan maulid. Tak hanya itu saja, beberapa perahu sengaja dihias oleh pemiliknya supaya terlihat menarik saat diarak menyusuri sungai puteh menuju dermaga II.

Sekitar pukul 09.30 WITA, satu persatu perahu jolloro mulai bergerak teratur meninggalkan dermaga I menyusuri Sungai Puteh menuju dermaga II, tempat lokasi perayaan maulid dilaksanakan.



Ketua Pengelola Wisata Rammang-Rammang, Darwis, mengatakan festival maudu jolloro merupakan salah satu cara warga di sekitar untuk menjaga tradisi sekaligus menarik minat wisatawan berkunjung ke Rammang-rammang. Meski begitu, festival jolloro di Sungai Puteh baru akan dilaksanakan setelah perayaan maulid di masjid.

"Warga sekitar sini biasanya merayakan maulid di masjid-masjid. Kamipun baru akan menggelar maudu jolloro setelah pelaksanaan maulid di masjid. Jadi waktunya tidak bersamaan. Tujuan kami ya untuk menarik wisatawan melihat festival ini sekaligus untuk menjaga tradisi yang ada di kampung kami," jelasnya.

maudu jollloro

Dia menambahkan awal ide pelaksanaan maudu jolloro ini dicetuskan empat tahun lalu. Saat itu, petugas dan pemilik perahu jolloro berembuk untuk menghadirkan salah satu wisata khas dan diharapkan menjadi ikon di Rammang-rammang dan dilakukan setiap tahunnya. Tak hanya itu saja, maudu jolloro juga merupakan ungkapan rasa syukur pemilik perahu atas rezeki yang mereka dapatkan dari hasil kunjungan wisatawan di Rammang-rammang.

"Seperti halnya di Kabupaten Toraja, mereka membuat Lovely Toraja untuk menarik wisatawan. Kami pun ingin ada waktu tertentu menarik minat wisatawan dan memberikan pemandangan yang lain dari biasanya yakni menampilkan festival jolloro. Dan tahun ini merupakan tahun ke empat pelaksanaan festival maudu jolloro," terangnya.

Dia menuturkan untuk menarik minat wisatawan dari luar Kabupaten Maros, maka pihak pengelola kawasan karst Rammang-rammang menggunakan sosmed untuk mempublish kegiatan mereka. "Harapan kami, setelah ini sudah bisa berjalan dengan baik, maka para wisatawan yang mencari tahu waktu kegiatan ini," ungkapnya

Dia menjelaskan dari sekitar 176 perahu yang beroperasi di Sungai Puteh, ada 30 perahu yang ikut festival maudu jolloro.

maudu jolloro di rammang

Sementara itu, salah satu pemilik perahu jolloro yang juga pemilik Rumah Kedua Iwan Dento berharap festival ini bisa menjadi event tahunan yang bisa dimasukkan dalam kalender tahunan dinas Pariwisata Kabupaten Maros. Terkait pelaksanaan maudu jolloro itu, dia berharap seluruh penyelenggara mampu mempertahankan tradisi yang sudah ada, termasuk menyajikan baku dalam perahu.

"Inikan festival yang berbeda dari daerah lain, dan saya harap ini bisa dilestarikan, termasuk menggunakan baku yang ramah lingkungan, " pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Muhammad Ferdiansyah, menambahkan pihaknya mensupport pelaksanaan festival maudu jolloro tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan kegiatan keagamaan yang dikemas dalam bentuk budaya yang memang harus dilestarikan.

Ke depannya, kata Ferdiansyah, pihaknya akan menggandeng beberapa perusahaan dan BUMN yang sudah ada di Rammang-rammang untuk memberikan reward kepada pemilik perahu yang menghias cantik perahu jolloronya di festival tersebut.

"Nantinya kita mencoba untuk melibatkan diri, dengan memberikan reward bagi pemilik perahu jolloro yang cantik dan menarik. Supaya mereka bisa menghias perahunya lebih cantik lagi. Karena tentunya itu akan menjadi daya tarik wisatawan jika seandainya festival itu dikemas dengan sangat baik," tutupnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook