alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gunakan Permen Kelabui Polisi, 4 Penjudi di Luwu Diringkus

Chaeruddin
Gunakan Permen Kelabui Polisi, 4 Penjudi di Luwu Diringkus
4 penjudi berhasil diringkus Polisi setelah mereka mengelabui polisi dengan taruhan permen. Foto: Sindonews/Chaeruddin

LUWU - Empat orang pelaku judi domino jenis Qiu-Qiu (QQ) diciduk aparat unit resmob dan unit PPA Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu, Rabu, (20/11/2019) dini hari.

Empat pelaku ini masing-masing, Muh Annur alias Sifa (23), Aswan Ahmad alias Abian (35), Risman alias Asra (34) dan Pawit Tiri alias Masdor (46).

Keempat pelaku judi ini tercatat sebagai warga Desa Lebani Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faizal Syam, yang memimpin langsung penggerebekan dan penangkapan empat pelaku di atas, juga mengamankan sejumlah barang bukti.



Dua dos kartu jenis domino merk ABCD, 80 permen merk kopiko sebagai uang para terduga pelaku, uang pasangan sebesar Rp400.000,- dan tiga unit handphone milik pelaku.

Menurut penjelasan AKP Faizal Syam, pelaku judi QQ ini berkedok menggunakan permen merk kopiko sebagai taruhan dengan harga Rp5000 per biji.

"Jika dilihat di TKP meja tidak ada uang, karena mereka pasang di meja menggunakan permen," ujarnya.

"Namun informasi yang kami peroleh mereka berjudi uang. Permen ini hanya sarana. Satu permen mereka hargai lima ribu rupiah," lanjut Kasat Reskrim.

Saat tiba di TKP, polisi kemudian memeriksa para pelaku dan menemukan bukti-bukti di atas. Hasil interogasi ke empat pelaku mengakui perbuatannya bermain judi kartu jenis Domino QQ.

"Mereka akui berjudi dan dilakukan di rumah pelaku Muh Annur sejak pukul 22.00 malamnya hingga kami gerebek pukul 02.40 dini hari," terang Faizal.

Permainan pelaku menggunakan permen merk kopiko dengan cara menukar uang dengan permen seharga satu biji lima ribu rupiah.

Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, menambahkan penyakit masyarakat seperti judi, premanisme, tindak asusila memang menjadi target incaran pihaknya saat ini jelang akhir tahun.

Kapolres Luwu, menegaskan penyakit masyarakat ini harus dibasmi termasuk pelaku balapan liar.

"Ini menjadi tugas kita semua, baik kepolisi, pemerintah eksekutif maupun masyarakat," katanya.

"Jika tidak punya kemampuan untuk menegur laporkan ke aparat terdekat jangan tinggal diam atau melakukan pembiaran dan ini akan merusak lingkungan dan menyababkan terjadinya kerawanan kantibmas," kuncinya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook