alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja

Suwarny Dammar
BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja
BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar bekerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar menggelar pelatihan program vokasi Indonesia bekerja. Foto: SINDOnews/Marhawanti Sehe

MAKASSAR - BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar bekerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar menggelar pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja, di Gedung BLK, Rabu (20/11/2019).

Pelatihan diikuti sebanyak 49 peserta dari pencari kerja yang sebelumnya telah bekerja namun dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Program Vokasi Indonesia Bekerja mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas, Keterampilan dan Kompetensi Tenaga Kerja dan Peluang Kerja dalam Membangun Indonesia Maju”.



Hadir dalam pembukaan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel Agustinus Appang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar Dodit Istiyono, Asisten Deputi Direktur bidang Umum dan SDM Dewi Muliasari dan Kepala BLK Makassar Fitro Hanrahmawan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar Dodit Istiyono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih para pekerja yang pernah di PHK agar memiliki keterampilan.

Pelatihan tahap I diikuti sebanyak 49 peserta, dari total target pelatihan vokasi pekerja untuk cabang Makassar sebanyak 450 orang.

"Pelatihan program vokasi kerja adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan pelatihan-pelatihan kepada peserta yang sudah mengalami pemutusan kerja atau berhenti kerja. Akan tetapi mereka masih layak mendapatkan pekerjaan kembali,” ujarnya.

Dia menuturkan, mereka yang berhak ikut dalam program ini harus memenuhi syarat, yakni peserta harus sudah pernah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan saat mereka bekerja (sebelum berhenti bekerja selama lebih kurang 1 tahun). Masih dalam usia produktif dan bersedia mengikuti pelatihan secara bersungguh-sungguh sampai selesai.

"Melalui program vokasi Indonesia, diharapkan mereka dapat mengupgrade skill yang mereka miliki dan kemudian dapat bersaing kembali mendapatkan pekerjaan,” terangnya.

Menurutnya, saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat ketat. Dengan adanya pelatihan program vokasi Indonesia, diharapkan dapat membantu generasi muda yang masih produktif untuk bisa terus berkarya.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, para peserta bisa menyerap materi yang berikan. Dan nantinya akan menambah keterampilan para peserta, karena dengan bertambahnya keterampilan peserta akan mampu bersaing didunia kerja,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Agustinus Appang mengapresiasi program ini karena dapat meningkatkan skill pekerja sehingga dapat dengan mudah diserap dalam dunia kerja.

“Program ini sangat bagus, karena meningkatkan skill mereka yang sedang mencari kerja apalagi skill sangat spesifik menyesuaikan kebutuhan lapangan kerja,” paparnya.

Dia menuturkan, hadirnya program ini tentu diharapkan dapat menekan angka penganguran di Sulsel, yang dari tahun ke tahun terus turun.

“Angka pengangguran di Sulsel terus turun, dan itu sangat disyukuri. Penurunanya saat ini pada posisi 4,9 persen sebelumnya 5,43 persen, dalam angka saat ini 190 sampai 200 ribu angka pengangguran yang dipengaruhi daya serap, suplay tenaga kerja berkurang dan adanya iklim investasi,” paparnya.

Menekan angka pengangguran dilakukan sejumlah upaya, salah satunya job fair dimana disetiap pelaksanaannya dapat menyerap ribuan pencari kerja.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook