alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

112 Sekolah di Makassar Ikuti Gerakan Peduli Koin

Marhawanti Sehe
112 Sekolah di Makassar Ikuti Gerakan Peduli Koin
Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulsel menggelar kegiatan Gerakan Peduli Koin, dimana ada 112 sekolah di Makassar siap berpartisipasi. Foto: SINDOnews/Marhawanti

MAKASSAR - Sebanyak 112 sekolah, masing-masing 50 sekolah dasar (SD) dan 62 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar berpartisipasi dalam Gerakan Peduli Koin. Kegiatan ini digagas oleh Bank Indonesia (BI) Sulsel bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Kegiatan yang digelar dalam bentuk lomba pengumpulan uang koin ini bertujuan untuk mengedukasi para pelajar untuk lebih peduli terhadap uang koin atau pecahan Rp 1.000 ke bawah. Pengumpulan uang koin akan berlangsung mulai tanggal 15 sampai 25 November.

Pengumuman pemenang yakni sekolah yang mengumpulkan uang koin terbanyak akan dilakukan pada tanggal 29 November mendatang, sekaligus penyerahan hadiah.



Deputi Direktur BI Sulsel, Iwan Setiawan, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kajian yang dilakukan oleh BI yang mencatatkan perbandingan uang koin yang keluar dan yang kembali masuk ke BI sangat besar.

Tercatat, selama sepuluh tahun terakhir uang koin yang dikeluarkan oleh BI mencapai Rp6 triliun dan uang yang masuk kembali hanya senilai Rp900 miliar saja atau sekitar 16% dari uang koin yang keluar.

Sedangkan di provinsi Sulsel, uang koin yang dikeluarkan (outflow) oleh BI dari tahun 2013 hingga 2018 mencapai Rp87,4 miliar dan uang koin yang masuk kembali (inflow) hanya mencapai Rp893,3 juta saja atau hanya sekitar 1,02% dari total outflow.

"Atas kajian BI, di seluruh Indonesia itu koin mengalami outflow, sederhananya uang koin yang dicetak dan diedarkan di masyarakat, dan uang yang kembali ke BI relatif lebih sedikit dari yang dikeluarkan," katanya.

Menurut Iwan, Gerakan Peduli Koin ini merupakan inisiatif BI untuk mengajak para pelajar usia dini untuk peduli terhadap koin. Karena meski nilainya kecil dan cenderung dianggap bukan alat transaksi, tapi uang koin dibutuhkan sebagai uang kembalian.

"BI inisiatif melakukan gerakan peduli koin, karena koin dibutuhkan sebagai uang kembalian. Tentu BI tugas utamanya menyediakan uang dalam jumlah yang cukup dengan nominal atau pecahan yang sesuai," katanya.

"BI menguimbau kepada anak-anak untuk mengumpulkan uang koin. Kami yakin uang koin banyak tersebar, supaya nanti anak mengumpulkan koin di laci-laci rumah dan ditukarkan lagi di BI dan BI akan menurkan sesuai uang yang dikumpulkan," tambahnya.

Deputi Direktur BI Sulsel, Tjahjadi Prastono, mengatakan sebelumnya BI juga telah melakukan kas keliling yang mengajak masyarakat untuk menukarkan uang logam atau koin Rp1.000 ke bawah.

"Sesuai dengan undang-undang mata uang harus melakukan layanan penukaran baik uang kertas maupun logam. Jadi kalau ada masyarakat mau tukarkan uang koin harus diterima," tutup dia.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook