alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

GMTD Serahkan Dokumen Jalan Metro Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar

Suwarny Dammar
GMTD Serahkan Dokumen Jalan Metro Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar
Manajemen PT GMTD menyerahkan dokumen administrasi Jalan Metro Tanjung Bunga kepada Pemkot Makassar. Foto: Istimewa

MAKASSAR - PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) secara resmi menyerahkan dokumen adminstrasi fasilitas umum (fasum) berupa Jalan Metro Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar. Jalan seluas kurang lebih 181.000 meter persegi dengan panjang ± 6,5 kilometer ini akhirnya diserahkan sejak dibangun 22 tahun lalu.

Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur PT GMTD, Ali Said dan Purnomo Utoyo, kepada Pemkot Makassar di rumah jabatan Gubernur Sulsel pada Rabu (20/11/2019). Gubernur Nurdin Abdullah didampingi pejabat Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar turut hadir menyaksikan prosesi penyerahan fasum tersebut.

"Malam ini sangat mulia, karena GMTD telah menyerahkan salah satu pasum yang akan menjadi landmark kota Makassar," kata Gubernur Nurdin.



Atas komitmen ini, kata dia, Pemprov Sulsel menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada PT GMTD. Melalui penyerahan ini diharapkan tahun 2020 telah mulai dilakukan ground breaking untuk memulai realisasi Jalan Tanjung Bunga, dimana desainnya telah selesai dan Detail Engineering Design (DED) juga sudah selesai.

"Kita akan menjadikan landmark Makassar. Kita bisa nikmati seperti Sudirman dan Thamrin (di Jakarta). Mudah-mudahan dengan selesainya, kita melihat orang nyaman berjalan ke kantor sekitar GMTD," sebut dia.

Gubernur Nurdin berharap kolaborasi dan sinergi bukan hanya menjadi lip service tetapi diwujudkan dalam kerja pemerintahan. Termasuk penyediaan fasilitas umum pada masyarakat.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar, M. Iqbal Suhaeb, mengatakan lancarnya penyerahan ini karena fasilitasi dari Gubernur Sulsel. Demikian juga dengan pihak lainnya seperti BPN dan Kejaksaan. "Alhamdulillah atas usaha dan fasilitasi dari Pak Gubernur apa yang tunggu-tunggu saat ini, penyerahan aset, penyerahan fasum dari pihak GMTD kepada Pemerintah Kota dapat tercapai," ujarnya.

Iqbal menjelaskan fungsinya dari Jalan Metro Tanjung Bunga adalah menghubungkan Kota Makassar dengan kabupaten lainnya. Sehingga statusnya nanti bisa ditingkatkan menjadi jalan provinsi. Dimana tahap awal diserahkan ke Pemerintah Kota Makassar.

"Setelah penyerahan ini, sudah memungkinkan bagi Pemkot dapat meningkatkan jalan tersebut, sarana dan prasarana akan dilengkapi dengan pedesterian," paparnya.

Direktur PT GMTD, Purnomo Utoyo, menyampaikan bahwa Ini adalah momen paling ditunggu oleh pihaknya selama 25 tahun sejak melakukan usaha di Makassar. Ia menjelaskan bahwa sejak dilakukannya penandatanganan di Kantor Gubernur Sulsel pada Juli lalu, pihaknya kemudian bekerja keras menyelesaikan hal-hal yang diperlukan.

"Kita bekerja keras mengumpulkan dokumen ini. Dan itu sudah selesai alas haknya. Untuk keseluruhan luas 180 ribu meteri persegi," jelasnya.

Penyerahan asetnya ini pun diharapkannya akan memberikan asas manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Makassar dan Sulsel.

Selanjutnya pengelolaan jalan Metro Tanjung Bunga termasuk maintenance (perawatan) dan keamanan akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar efektif per tanggal 1 Desember 2019 setelah secara fisik jalan Metro diserahkan.

Sebelumnya, telah dilakukan penyerahan secara simbolik yang ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya dan Presiden Direktur PT GMTD Tbk, Andi Anzhar Cakra Wijaya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah Sekda Pemprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, Sekda Kota Makassar, Muhammad Ansar di saksikan CEO Lippo Karawaci, John Riady dan jajaran petinggi Lippo Group yang di gelar di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (17/7) lalu.

Tercatat Perseroan ini membangun Jalan Metro Tanjung Bunga yang menghubungkan kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan Takalar yang diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah Tanjung Bunga serta Kabupaten/Kota yang terhubung. Tercatat pembangunan Jalan Metro menelan biaya kurang lebih Rp70 miliar pada tahun 1997 dan dioperasikan sejak tahun 1998.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook