alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anggaran Rehabilitasi Stadion Mattoanging Bisa Bertambah

Syachrul Arsyad
Anggaran Rehabilitasi Stadion Mattoanging Bisa Bertambah
Angagran rehabilitasi Stadion Mattoanging masih bisa bertambah agar bisa memenuhi standar FIFA. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - Rencana rehabilitasi Stadion Andi Mattalatta Mattoanging membutuhkan alokasi anggaran yang besar, untuk menjadikannya sebagai stadion berstandar internasional.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muhlis Mallajareng mengatakan, sebelumnya Pemprov Sulsel merencanakan anggaran Rp200 miliar untuk rencana renovasi stadion tersebut.

Hanya saja, dia menyebut anggaran ini masih perlu dikaji ulang, penambahan anggaran dianggap masih perlu.



Dia melanjutkan, pihaknya terus mematangkan perencanaan rehabilitasi Stadion Mattoanging. Kunjungan studi tiru ke beberapa stadion di luar Sulsel juga masih akan dilakukan.

Di mana sebelumnya, Dispora Sulsel melakukan peninjauan langsung ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

“Kita masih mau studi lapangan. Rencana di Stadion Manahan Jawa Tengah yang juga di rehab, anggarannya Rp317 miliar. Mau dicek juga apakah mereka sudah standar FIFA. Masih kita koordinasikan perencanaannya terus," tutur Muhlis.

Dia menganggap, alokasi anggaran secara pasti belum bisa ditentukan. Pasalnya, penentuan anggaran baru bisa dilakukan setelah ada detail engineering design (DED) atas rencana renovasi Stadion Mattoanging.

Penyesuaian kondisi bangunan yang sesuai standar internasional atau FIFA turut menjadi acuan.

“Pasti ada DED baru ditahu angka pastinya, karena bukan uang ditentukan baru menyesuaikan bangunan. Tetapi, standar FIFA yang menjadi patokan dan berapa biaya dibutuhkan untuk memenuhi itu. Ini masih berproses," papar dia.

Sebelumnya, Kepala Dispora Sulsel beserta jajaran telah melakukan kunjungan studi tiru ke Stadion GBK, Selasa (19/11) lalu.

Dikatakan Muhlis, kunjungan ini menjadi bagian penting karena fisik dan fasilitas Stadion GBK telah bertaraf internasional.

Makanya, hasil pantauan di GBK diharapkan bisa menjadi pedoman atas rencana renovasi Stadion Mattoanging agar rancangan bangunannya sesuai fungsi yang dipersyaratkan FIFA.

Dia mengemukakan, hal terkecil juga harus diperhatikan, semisal tempat cuci sepatu harus disiapkan, ruang ganti, toilet, ketersediaan air, ruang media, ruang pusat kontrol IT, tempat pemanasan.

Tidak hanya itu, kualitas rumput lapangan menjadi hal penting. Kata Muhlis, untuk lintasan lari di Stadion GBK saja sudah menelan anggaran sekitar Rp42 miliar. Belum lagi penyediaan kursi berkapasitas puluhan ribu, hingga lampu stadion.

“Makanya masih mau didiskusikan terutama anggarannya. Karena rehab Rp200 miliar, belum sepenuhnya seluruh persyaratan formal sesuai standar FIFA bisa terpenuhi. Jadi masih perlu didiskusikan agar disesuaikan dengan kebutuhan dasar," bebernya.

Untuk mematangkan segala perencanaan tersebut, Muhlis mengaku pihaknya akan menggelar forum group discussion (FGD) terkait renovasi Stadion Mattoanging.

Koordinasi bersama OPD terkait juga diperlukan yang bergetak di bidang teknis dan tata ruang.

“Jadi masih berproses. Kita mau adakan FGD internal tim, lalu dilanjutkan FGD mengundang stakeholders. Seperti waktu dulu DED Stadion Barombong tahun 2017 lalu. Memang butuh proses terutama keterlibatan bidang teknis dari tata ruang," jelas dia.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook