alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Siap Kembali ke Bolivia, Morales Butuh Jaminan Keamanan Pemerintah

Agus Nyomba
Siap Kembali ke Bolivia, Morales Butuh Jaminan Keamanan Pemerintah
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales siap kembali ke negaranya namun membutuhkan jaminan keamanan dari pemerintah sementara. Foto: Reuters

MEXICO CITY - Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengungkapkan keinginannya kembali ke negara itu secepatnya besok, tetapi membutuhkan jaminan keamanan dari pemerintah sementara.

Morales berangkat ke Meksiko pada awal November setelah militer Bolivia mendesaknya untuk mundur akibat protes keras terkait hasil pemilihan presiden baru-baru ini. Pada hari Rabu, Morales mengatakan, dalam konferensi pers bahwa ia ingin mediator internasional untuk terlibat dan membantunya kembali ke Bolivia.

"Kami telah diberitahu bahwa Amerika Serikat menentang kepulangan saya [ke Bolivia]. Adapun saya, saya ingin kembali secepatnya besok. Kami menunggu pemerintah de facto untuk memberi kami jaminan. Jika sesuatu terjadi pada saya, pemerintah sementara akan bertanggung jawab untuk itu," kata Morales dilansir dari Sputnik, Kamis, (21/11/2019).



Morales memperingatkan angkatan bersenjata negara itu bahwa mereka tidak akan dapat menghindari dimintai pertanggungjawaban karena menindak para pengunjuk rasa, dengan mengatakan bahwa hukum internasional lebih unggul daripada keputusan pemerintah sementara yang mengizinkan militer untuk menekan para demonstran.

Pekan lalu, Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez mengeluarkan dekrit yang menetapkan bahwa angkatan bersenjata Bolivia dibebaskan dari tanggung jawab pidana atas kemungkinan pelanggaran yang dilakukan sambil memulihkan ketertiban setelah naik ke tampuk kekuasaan.

Dekrit itu dikritik oleh Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) yang mengatakan bahwa setidaknya 23 orang telah terbunuh dan lebih dari 700 lainnya terluka dalam bentrokan baru-baru ini antara pasukan keamanan dan demonstran yang melakukan unjuk rasa menentang pemerintah Anez.

"Saya ingin Angkatan Bersenjata mengetahui bahwa norma-norma internasional berada di atas hukum atau keputusan apa pun dan Anda tidak akan dapat menghindari tanggung jawab. Ada kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Morales mengomentari meningkatnya jumlah korban selama protes melawan pemerintah sementara Bolivia.

Morales mencatat bahwa perdamaian di Bolivia tetap menjadi prioritas baginya.

"Jika [Amerika Serikat dan pemerintah sementara Bolivia] sangat takut kepada saya, saya tidak ingin mencalonkan diri sebagai calon dalam pemilihan mendatang. Dan jika ada yang bisa saya lakukan untuk perdamaian, saya akan melakukannya," kata mantan presiden ini.

Komisi hak asasi manusia OAS mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan melakukan kunjungan kerja ke Bolivia dari 22-25 November untuk melihat situasi hak asasi manusia negara itu di tengah-tengah protes yang sedang berlangsung.

Anez berkuasa setelah pengunduran diri Morales awal November di tengah protes keras terhadap hasil pemilihan presiden, di mana ia mendapatkan masa jabatan keempatnya. Morales kemudian melarikan diri ke Meksiko, menyebut situasi di Bolivia sebagai kudeta. Namun, para pendukung mantan presiden terlibat dalam demonstrasi baru melawan pemerintah Anez, yang menyebabkan bentrokan dengan petugas keamanan.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook