alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PKS Bantah Banyak Kadernya Pindah ke Partai Gelora

Kiswondari
PKS Bantah Banyak Kadernya Pindah ke Partai Gelora
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengklaim kadernya yang pindah ke Partai Gelora tidak sampai 1%. Foto/SINDOnews

JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, membantah banyak kader partainya yang pindah ke Partai Gelora. Meski Partai Gelora digawangi oleh sejumlah mantan pentolan PKS, kata dia, tidak berarti kader partainya akan dengan mudah berpindah begitu saja.

Mardani menyebut kalau pun ada kader PKS yang hijrah ke Partai Gelora, jumlahnya diyakini sangat sedikit. “Ada (kader yang pindah), tapi tidak banyak. Ya paling nggak sampe 1%,” kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

PKS diketahui ditinggalkan tiga tokohnya yang cukup mumpuni. Mereka adalah Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq yang kemudian membentuk Partai Gelora. Anis Matta dkk sendiri mengklaim banyak kader PKS yang pindah ke partai baru ini.



Lebih jauh, terkait pernyataan elite PKS, Tifatul Sembiring, yang meminta Partai Gelora tak mengusik PKS, Mardani mengaku tidak tahu alasannya. Yang jelas, PKS nyaman saja jika Partai Gelora ingin tampil. “Kita PKS nyaman saja Gelora mau tampil, mau berbuat apa monggo saja, negeri ini negeri bebas dan kader PKS dewasa,” ujarnya.

Disinggung status Anis Matta di PKS, Mardani menjelaskan kalau Anis Matta sudah deklarasikan Partai Gelora berarti sudah pindah partai. Soal surat pengunduran diri, dia mengaku tidak tahu karena Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS yang lebih tahu. “Yang tahu sekjen, nanti saya bilang enggak, tahu-tahu suratnya ada,” kilahnya.

Anggota Komisi II DPR ini melanjutkan pada 2015 Anis Matta sempat masuk kepengurusan Majelis Syura PKS. Kemudian, menjadi Kepala Biro Internasional. Jadi, aktif tidaknya dalam rapat dia tidak begitu mengetahuinya. Begitu juga dengan hubungan Anis Mata dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri

“Kalau di DPP nggak, nggak tahu ya. Mungkin karena DPP bahasnya dalam negeri, Pak Iman dan Pak Mustafa Kamal yang lebih tahu, rapatnya kapan ngundangnya kapan,” terangnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook