alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

605 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Terjadi di Sulsel

Syachrul Arsyad
605 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Terjadi di Sulsel
Terdata 605 kasus kekerasan perempuan terjadi di Sulsel rentang Januari-Agustus 2019. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Angka kekerasan terhadap perempuan di Sulsel terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data dari aplikasi Simfoni Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulsel, tercatat 605 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi hingga Agustus tahun ini.

“Dari jumlah itu, sekira 45 persen merupakan kekerasan yang terjadi di ranah personal atau rumah tangga," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling, di Makassar, di Makassar.

Menurut Ilham, diperlukan upaya menyeluruh dan fundamental dalam rangka pencegahan dan pengenalan potensi kekerasan dalam rumah tangga pada semua elemen masyarakat.



Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar bersama Save The Children menggelar lokakarya replikasi mendorong sistem perlindungan anak berbasis masyarakat.

“Kegiatan ini digelar untuk mendorong selter warga berbasis perlindungan dan masyarakat," ujar Kepala DP3A Makassar Tenri Ampa Palallo.

Dia mengatakan perlindungan anak berbasis masyarakat menjadi tema dikarenakan dalam perlindungan anak dibutuhkan pendekatan holistik dan terpadu.

Upaya pemberdayaan perlu dilakukan pada keluarga, masyarakat dan meningkatkan kemampuan dari anak untuk melindungi dirinya. Karena anak memiliki keterbatasan kemampuan di dalam melindungi dirinya sendiri.

“Kami mendorong replikasi, beberapa sudah diintervensi dan dibantu peningkatan kapasitas dan dibuatkan area baru. Di utara kota, Pannampu dan Cambayya, masuk lewat pintu selter warga," katanya.

Fasilitator acara, Yuda mengatakan kegiatan DP3A bersama Save The Children merupakan bentuk pengembangan selter warga.

Menurut mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini, fokusnya bukan hanya penanganan kasus anak, tapi membuat sistem pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatan yang dilakukan Save The Children kerja sama DPPPA Makassar dalam rangka pengembangan selter warga di Kota Makassar. Saya kira ini menarik dan selter warga dibantu oleh lembaga internasional. Peran selter warga juga bukan pada penanganan kasus tapi juga merupakan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat," terangnya.

Selain itu, kepedulian masyarakat untuk segera melapor jika terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungannya juga harus dibentuk. “Lebih baik lagi jika di bangun sebuah mekanisme yang dikelola sendiri oleh masyarakat guna merespon bila muncul kasus kekerasan terhadap anak," ucapnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook